GRAND OPENING RS YASYFIN DARUSSALAM GONTOR Print
Written by dr.Sholihul Absor,MARS   
Tuesday, 01 March 2022 10:16

 

GRAND OPENING RS YASYFIN DARUSSALAM GONTOR

Sebuah Takdir yang Saya Syukuri

Inilah yang namanya suratan takdir, perjalanan hidup manusia tidak bisa disangka. Begitulah yang terjadi pada saya. 28 tahun yang lalu lulus dilantik sebagai dokter, sehari kemudian langsung berangkat ke Pondok yang namanya kondang di seantero nusantara, Pondok Pesantren Darussalam Gontor di Ponorogo. Tentu bukan untuk nyantri belajar agama, tetapi bertugas di klinik pondok yang namanya Balai Kesehatan Santri dan Masyarakat (BKSM), melayani ribuan santri yang menuntut ilmu di sana.

Menjadi dokter di BKSM sungguh pengalaman berharga. Di tengah keterbatasan komunikasi saat itu ( dulu belum ada HP dan internet) saya menangani berbagai macam kasus penyakit sendirian, tanpa bisa tanya jika menghadapi kesulitan. Andalannya hanya buku dan catatan kuliah yang saya bawa, secara tidak langsung ini meningkatkan kemampuan saya mengobati pasien, dan ini menjadi bekal saya buka praktik mandiri sampai sekarang.

di Lobby RS Yasyfin

Lobby RS Yasyfin Darussalam Gontor

Namun ada pengalaman lain yang lebih berharga yakni, belajar memahami dan memaknai arti keikhlasan dan perjuangan dalam kehidupan nyata. Ketika mahasiswa, sebagai aktivis kampus, jargon idealisme seperti keadilan, keikhlasan, berjuang, teguh pendirian, dan lain lain kerap disuarakan, tapi itu sebatas retorika. Bagaimana idealisme itu dibenamkan dalam kehidupan nyata ya dari Gontor ini saya belajar. Nilai nilai luhur yang dipedomani oleh insan Gontor adalah “Panca Jiwa”.

 

Lama meninggalkan BKSM sebagai kampus kehidupan, 20 April 2012 saya membuat tulisan di blog ini setelah nonton film “Negeri Lima Menara”. Sebuah film yang menceritakan alumni Gontor yang melanglang buana menggapai impiannya. Saya menonton untuk menikmati kenangan secuil perjalanan hidup yang mengesankan. Tak disangka, respon tulisan sangat antusias, sebagian besar para alumni pondok. Mereka senang dengan cerita pengalaman saya selama di BKSM, dan salah satu komentar yang menarik adalah mengabarkan jika pondok punya rencana membangun rumah sakit, “Pak barusan ane lihat di header bapak, kayaknya bergerak di bidang manajemen rumah sakit ya?? oya kemarin ada kabar katanya gontor mau buat rumah sakit di gontor 2 karena BKSM sudah terlalu sempit... mungkin bapak bisa membantu”, tentu saja komentar ini saya jawab senang apabila diberi kesempatan membantu mewujudkan cita cita mulia ini.

Inilah yang namanya takdir, ternyata jawaban komentar yang sambil lalu itu diijabahi oleh Allah. 9 tahun kemudian, Pebruari 2021 saya menerima perintah dari atasan di Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur untuk membantu menyiapkan operasional rumah sakit yang diberi nama Rumah Sakit Yasyfin Darussalam Gontor. Siapa sangka, 28 tahun lalu saya hanya dokter jaga di BKSM, kini mendapat kesempatan ikut menorehkan tinta emas bagi berdirinya rumah sakit yang diimpikan oleh pimpinan pondok, meski hanya segores. Sebuah amanah yang patut disyukuri.

Bersama tim yang solid dari Majelis Pembina Kesehatan Umum (MPKU) PWM Jawa Timur kami berkerja selama setahun, terdiri dari mas Rudi, dr Rini, dr Tomy, dan pak Amang. Tentu saja kami dibantu pihak pondok yang mendelegasikan kewenangannya kepada dua ustad yang luar biasa yaitu ustad Suwito dan Ustad Sabar. Di tengah perjalanan bergabung para pejuang hasil rekruitmen, mereka adalah dr Gatot, dr Hanggoro, dr Mukhlas, ustad Priyo, dan Ustadzah Rossi. Lengkap sudah tim yang saya sebut sebagai tim pembuka jalan bagi operasionalnya RS Yasyfin.

 

Bersama Pimpinan Pondok dan Direksi RS

Bersama Pimpinan PMDG dan Direksi RS Yasyfin Darussalam Gontor

 

Alhamdulillah setahun berjalan akhirnya, sabtu 26 pebruari 2022 RS Yasyfin diresmikan oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, lega rasanya. Beberapa hal yang kami lakukan bersama adalah renovasi ruangan menyesuaikan regulasi, pemenuhan dokumen perijinan, dokumen operasional, rekruitmen, pelatihan karyawan, dan lain lain.

Rasa syukur tak terhingga telah menjalankan amanah ini dengan maksimal. Entah ini sesuai harapan atau tidak, yang jelas terima kasih banyak saya haturkan kepada pak Kyai atas amanah yang diberikan. Mohon maaf bila ada kekurangan atau kesalahan.

Twitter @dokter_absor

 

 

Last Updated on Tuesday, 01 March 2022 13:23