Dunia Management
TIPS MEMBAGI INSENTIF KARYAWAN PDF Print E-mail
Written by dr.Sholihul Absor,MARS   
Tuesday, 08 March 2016 16:40

TIPS MEMBAGI INSENTIF KARYAWAN

Banyak orang mengira ilmu pemasaran hanya ngurusi bagaimana menjual barang atau jasa, sehingga di rumah sakit sering bagian pemasaran di tempatkan dalam struktur tersendiri yang hanya ngurusi promosi. Padahal tidak demikian, ilmu pemasaran sangat luas pemahamannya. Inti pemasaran adalah bagaimana melakukan pertukaran nilai antar stake holder yang saling menguntungkan. Dalam konteks ini tidak hanya pertukaran nilai antara rumah sakit dan pasien saja, tapi juga antara rumah sakit dengan karyawan, dan antara rumah sakit dengan pemilik. Maaf saya agak melebar ceritanya tidak langsung membahas tip membagi insentif, supaya jelas filosofinya dan tercapai maksud dan tujuan membagi insentif.

Kali ini saya membahas pertukaran nilai antara rumah sakit dengan karyawan, atau ada yang mengistilahkan dengan Internal Marketing. Konsep sederhananya, karyawan memberikan komitmen dan loyalitasnya kepada rumah sakit diwujudkan dalam pelayanan yang prima dan kerja keras, sedangkan rumah sakit memberikan gaji, karir, kenyamanan kerja, keamanan, dan kesempatan aktualisasi diri.

Dalam hal gaji ada empat unsur penggajian, yaitu, gaji pokok, tunjangan, insentif, dan bonus. Gaji pokok dan tunjangan untuk memberi rasa aman dalam berkerja, insentif untuk memberikan motivasi, sedangkan bonus diberikan sebagai penghargaan bagi karyawan manakala rumah sakit mendapatkan keuntungan sesuai target yang diharapkan.

Last Updated on Tuesday, 08 March 2016 16:59
Read more...
 
DI BALIK HALAL HARAM BPJS PDF Print E-mail
Written by dr.Sholihul Absor,MARS   
Saturday, 29 August 2015 18:35

DI BALIK HALAL HARAM BPJS

Beberapa saat lalu kita dikagetkan dengan berita di koran dan media sosial bahwa BPJS difatwakan haram oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI). Saya sendiri menerima kabar ini awalnya dari group Whatsapp (WA), semula kaget tapi dalam hati tidak percaya dengan berita ini, walaupun saya bukan ahli agama. Kenapa?, pertama, tidak mungkin MUI segegabah itu mengeluarkan fatwa yang menyangkut hajat hidup orang banyak tanpa ada solusi. Ke dua, sudah banyak orang yang merasakan manfaat BPJS, bahkan pasien miskin yang sakit parahpun jadi sembuh karena ditanggung BPJS, tidak mungkin hukum agama mengharamkan hal yang positif bagi umatnya. Ke tiga, saya dapat info informal bahwa pak Din Syamsudin selaku ketua MUI sebenarnya tidak tahu dengan keputusan itu karena sibuk menyiapkan Muktamar Muhammadiyah. Ternyata berita terakhir menyebutkan bahwa sama sekali tidak ada kata haram dalam keputusan MUI, hanya semacam saran dan masukan buat BPJS.

Saya tidak bermaksud membahas apakah BPJS haram ataukah halal karena bukan kompetensinya, lagi pula sudah ada pernyataan resmi bahwa BPJS tidak haram, tapi mencoba menganalisis mengapa sampai timbul kabar hoax atau bias?. Anilisis sederhana saya, ada aksi ada reaksi. Dalam pandangan saya sikap MUI yang di blow up media merupakan reaksi atas superioritas BPJS dalam memperlakukan peserta dan provider, baik itu klinik, puskesmas, maupun rumah sakit. Statement yang muncul di beberapa media tidak lebih sekedar ungkapan ketidaksukaan atau kritik keras dari beberapa pihak kepada BPJS yang akhir akhir ini sangat dominan dalam mengelolaan dana negara dan masyarakat.

Last Updated on Saturday, 29 August 2015 18:45
Read more...
 
More Articles...
«StartPrev12345678910NextEnd»

Page 3 of 12