Dunia Management
DECISION SUPPORT SYSTEM PART II PDF Print E-mail
Written by dr.Sholihul Absor,MARS   
Saturday, 02 March 2013 16:57

PERAN SESUNGGUHNYA DARI SYSTEM INFORMASI DI RUMAH SAKIT

Kalau mendengar kata system informasi biasanya kita terbayang pada sekumpulan komputer yang saling terhubung yang kita gunakan untuk membantu pekerjaan sehari hari. Pekerjaan jadi ringan karena data yang diinput dari masing masing komputer disimpan dan dapat digunakan bagian lain sesuai dengan bidangnya. Dengan terhubungnya komputer juga membantu dalam hal koordinasi antar bagian. Misalnya, bagian kamar terima bisa berkoordinasi dengan bagian perawatan untuk mencari kamar yang kosong, kemudian bagian perawatan berkoordinasi dengan bagian keuangan untuk menentukan biaya yang harus dibayar pasien ketika akan meninggalkan rumah sakit. Semua itu berjalan dengan sangat singkat, bahkan real time, saat itu juga langsung diketahui.

Secara garis besar biasanya system informasi yang kita maksudkan di atas, dalam sehari hari di rumah sakit membantu dalam empat hal:

  1. Payroll, yaitu semua catatan keuangan yang berhubungan dengan penggajian ataupun remunerasi karyawan.
  2. Billing, Yaitu semua keuangan yang berhubungan dengan besar biaya yang harus dibayar oleh pasien atas pelayanan yang kita berikan.
  3. Registrasi, Yaitu semua catatan identitas pasien yang digunakan untuk mendapatkan pelayanan yang diinginkan.
  4. Admission, Yaitu proses dimanan pasien akan menerima pelayanan rawat inap.

DFD (data flow diagram) dr DSS

Last Updated on Saturday, 02 March 2013 17:15
Read more...
 
TIDAK MAMPU MENGELOLA STAKE HOLDER, BERUJUNG MASALAH PDF Print E-mail
Written by dr.Sholihul Absor,MARS   
Thursday, 01 November 2012 21:55

TIDAK MAMPU MENGELOLA STAKE HOLDER, BERUJUNG MASALAH

Akhir bulan oktober saya berkesempatan memberikan materi di hadapan 70 orang pengurus RS Muhammadiyah Jawa Timur. Acara yang dilaksanakan di hotel UMM Inn Malang ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi pengurus dalam mengelola rumah sakit. Sebagai organisasi massa nonprofit memang bukan hal yang mudah bagi Muhammadiyah mengelola sebuah entitas bisnis, mengingat pasien sekarang ini tidak melihat rumah sakit ini milik siapa atau latar belakang misinya apa, akan tetapi murni karena pertimbangan kualitas pelayanan. Jadi, faktor profesionalisme pengelola maupun karyawan menjadi sangat penting, padahal para pengurus ini tidak dibayar. Disinilah tantangannya, bagaimana meningkatkan kompetensi pengurus sehingga bisa berkerja profesional tapi tidak digaji. Muhammadiyah Jawa Timur saat ini memiliki 30 rumah sakit dari yang kecil sampai besar yang menjadi market leader di daerah/ kotanya.

Dalam kesempatan ini saya mendapat bagian menjelaskan problematika mengelola sebuah rumah sakit. Memang kompleksitas masalah di rumah sakit sangat tinggi. Dilihat dari profesi yang terlibat saja sudah bermacam macam, semua memiliki otoritas sendiri sendiri dan tidak bisa digantikan. Jadi tidak bisa meroling tenaga seenaknya seperti pekerja di industri lainnya. Juga produk pelayanan sangat banyak. Kalau industri lain satu pabrik cuma memproduksi puluhan produk, di rumah sakit bisa ratusan produk pelayanan, bahkan item obat yang di apotik saja sudah ribuan. Problematika ini terjadi tidak lepas dari sifat dasar industry rumah sakit yang padat karya, padat modal, padat profesi, padat teknologi, termasuk padat peraturan.

Peserta Upgrading

Last Updated on Wednesday, 28 November 2012 09:16
Read more...
 
«StartPrev12345678910NextEnd»

Page 8 of 12