Dunia Management
DASAR PENENTUAN HARGA PELAYANAN DI RUMAH SAKIT PDF Print E-mail
Written by dr.Sholihul Absor,MARS   
Monday, 23 September 2013 19:05

DASAR PENENTUAN HARGA PELAYANAN DI RUMAH SAKIT

Mengelola rumah sakit sekarang bukan perkara mudah lagi. Tidak hanya dituntut untuk memberi kepuasan kepada pelanggan, karyawan, apalagi dengan pemilik, tetapi juga dituntut mampu menghadapi lingkungan persaingan dan tuntutan regulasi pemerintah. Di saat yang sama rumah sakit sebagai organisasi bisnis dituntut untuk menghasilkan keuntungan baik dalam bentuk uang ataupun value yang lain. Maka kepandaian manajer dalam mengatur pendapatan dan pengeluaran menjadi sangat penting diperhatikan. Salah satu variable penting yang menentukan besar pendapatan adalah harga pelayanan, disamping volume omset atau jumlah kunjungan pasien.

Sayangnya, kondisi di atas menyebabkan tidak leluasa menetapkan harga. Harga yang sudah dihitung sering kali tidak cocok dengan harga pasaran. Misalnya, tarif kamar zaal berdasarkan perhitungan muncul angka 200 ribu rupiah per hari, sedangkan tarif di rumah sakit pesaing cuman 150 ribu dengan fasilitas yang sama, atau 250 ribu dengan fasilitas yang sama. Ke dua hal ini memaksa kita sebagai manajer rumah sakit mempertimbangkan kembali besaran tarif yang akan diberlakukan. Kasus yang semacam ini menandakan bahwa rumah sakit tidak lagi sebagai penentu harga pelayanan (price maker) tetapi sebagai price taker, inilah yang terjadi dalam sistem BPJS, kalau sepakat harganya silahkan gabung, kalau tidak setuju ya jangan gabung. Bagaimanakah menyikapi masalah ini? Saya akan mencoba membahas dalam sudut pandang pertimbangan dalam menentukan harga.

Lobby n Kasir

Last Updated on Monday, 23 September 2013 19:15
Read more...
 
MEMBANGUN DAN MENGEMBANGKAN RUMAH SAKIT DG MODAL PAS PASAN PDF Print E-mail
Written by dr.Sholihul Absor,MARS   
Tuesday, 30 July 2013 14:13

MEMBANGUN DAN MENGEMBANGKAN RUMAH SAKIT DG MODAL PAS PASAN

Study Kasus dari Sebuah Jaringan Rumah Sakit di India

Rumah sakit kini sudah jamak dianggap sebagai sebuah bisnis yang mempunyai ciri padat karya, padat teknologi, padat profesi, juga padat aturan. Konsekuensi dari semua ini adalah tingginya biaya untuk membangun serta mengoperasikan sebuah rumah sakit alias padat modal. Bagi rumah sakit swasta tentu semua biaya akan ditanggung oleh pasien, maka jangan tanya dimana letak fungsi sosial ekonominya, jadi tidak salah bila banyak orang menyebut rumah sakit sebagai sebuah industri.

Namun bagi dua orang dokter di India, semua itu malah menjadi tantangan sekaligus peluang dalam bisnis rumah sakit. Bagaimana dapat mendirikan rumah sakit dengan biaya minim dan di saat yang sama membantu pasien yang tidak mampu dengan biaya berobat yang murah, mereka adalah dr. Ashwin Naik dan dr. Veerendra Hiremath. Berawal dari keprihatinan terhadap kondisi pelayanan kesehatan di desa dan kota kecil kedua sahabat ini ingin mendirikan rumah sakit di kota kecil yang murah untuk kelas bawah dengan kualitas pelayanan yang baik.

Kedua dokter ini melihat bahwa selama ini masyarakat untuk mendapatkan pelayanan yang baik harus dirujuk ke kota yang jauh dari tempat tinggalnya. Hal ini menyebabkan biaya berobat membengkak serta tidak nyaman dan aman bagi penderita. Seringkali terjadi penanganan terlambat dan penyakitnya menjadi tidak reversible lagi.

Aswin dan Veerendra sadar bahwa tidak mudah mendirikan sebuah rumah sakit di kota kecil, selain modal juga tersedianya dokter yang bersedia di tempatkan. Oleh karena itu mereka membuat terobosan dengan melibatkan sumberdaya yang ada di kota tersebut secara maksimal untuk mewujudkan impiannya. Langkah yang diambil sebagai berikut:

Merekrut dokter lokal di kota tempat yang akan didirikan rumah sakit. Agar bersedia si dokter tidak hanya ditawari gaji yang menarik, tapi juga dilibatkan dalam permodalan. Langkah ini yang paling penting, keberhasilan merekrut dokter yang berkualitas akan menjamin keberlangsungan rumah sakit.

Last Updated on Tuesday, 30 July 2013 14:35
Read more...
 
More Articles...
«StartPrev12345678910NextEnd»

Page 6 of 12