Dunia Management
BPJS BISA BANGKRUT edisi II PDF Print E-mail
Written by dr.Sholihul Absor,MARS   
Monday, 30 October 2017 15:41

BPJS BISA BANGKRUT edisi II

Hari hari ini para direktur rumah sakit sedang galau....galau yang serius bukan galaunya ABG yang sedang putus cinta. Pasalnya tagihan ke BPJS yang menjadi haknya rumah sakit belum terbayarkan meskipun sudah lewat batas yang ditetapkan undang undang yakni 15 hari kerja. Akibatnya jelas mengganggu cashflow keuangan rumah sakit. Dampaknya apabila diteruskan pasti terjadi kegagalan manajemen dalam memenuhi kewajiban terhadap stakeholdernya. Inilah dampaknya, tidak bisa bayar tagihan supplier khususnya obat dan bahan medis sekali pakai,  tidak bisa bayar gaji karyawan maupun dokter mitra, dan tidak bisa melakukan pemeliharaan fasilitas pelayanan.

Mengapa BPJS bisa kualahan membayar kewajibannya kepada rumah sakit? Jawabannya jelas karena kekurangan cashflow alias defisit. Uang yang dikumpulkan jauh lebih sedikit daripada yang dikeluarkan untuk bayar tagihan dari rumah sakit dan provider lainnya, dan jumlahnya dari tahun 2014 sampai sekarang semakin besar defisitnya. Data tidak resmi disebutkan tahun 2014 defisit 3,3 trilyun, 2015 sebesar 5,85 trilyun, 2016 menjadi 7 trilyun, dan 2017 hingga bulan ini kabarnya sudah mencapai 9 trilyun defisitnya.

Sebenarnya fenomena negara membiayai asuransi kesehatan rakyatnya adalah hal yang biasa bahkan merupakan kewajiban. Jadi kalaupun defisit, sebenarnya itulah angka yang harus ditangung pemerintah dalam membiayai kesejahteraan kesehatan rakyatnya.  Dan hampir semua negara yang sistem asuransinya baik sebagian besar biayanya ditanggung negara. Tentu saja kemampuan keuangan negara harus bagus alias negara kaya. Lihat saja 10 negara dengan asuransi terbaik di dunia adalah negara kaya dengan GDP perkapita lebih dari US$30.000. Versi sindonews.com 2015 10 negara tersebut adalah Swiss, Perancis, Itali, Swedia, Taiwan, Jerman, Norwegia, Israel, Inggris, dan Canada. Bandingkan dengan Indonesia yang GDP perkapitanya hanya US$3.605,1 (BPS 2016), bagaikan langit dengan bumi bedanya. Jadi kalau BPJS sampai gagal bayar itu artinya pemerintah tidak siap menanggung konsekuensi kebijakannya sendiri.

Last Updated on Monday, 30 October 2017 16:20
Read more...
 
KUNJUNGAN KE PABRIK FARMASI, BUKAN SEKEDAR TRANSAKSI PDF Print E-mail
Written by dr.Sholihul Absor,MARS   
Thursday, 04 May 2017 18:33

KUNJUNGAN KE PABRIK FARMASI, BUKAN SEKEDAR TRANSAKSI

Di sela kunjungan ke Bandung, saya bersama rombongan mendapat tawaran  mengunjungi sebuah pabrik farmasi terkemuka di Indonesia. Tentu pembaca sudah faham apa maksud tawaran ini, ya pasti untuk mendukung promosi obat yang diproduksinya. Namun sebagai pengamat praktik pemasaran di dunia perumahsakitan tetap saja menarik untuk diamati. Seiring dengan makin ketatnya regulasi pemasaran dan pemakaian obat di rumah sakit, upaya memasarkan obat paten (bukan generik) bukanlah perkara mudah, diperlukan usaha yang keras dan kreatif. Banyak yang menyederhanakan urusan memasarkan obat ini hanya urusan harga obat, discount yang diberikan, serta dukungan apa saja yang diberikan farmasi ke rumah sakit maupun dokter. Padahal tidak demikian, meski harga sudah murah, discount besar, serta bermacam dukungan diberikan, ternyata tidak menjamin rumah sakit atau dokter mau memakai obat tersebut.  Sebenarnya, proses dokter meresepkan obat melalui berbagai tahap, sama seperti konsumen memutuskan memilih produk yang dibutuhkan, inilah yang disebut sebagai customer decision journey (CDJ). Saya akan coba jelaskan secara singkat disini, tentunya dalam konteks kunjungan saya ke pabrikan farmasi.

Berkunjung Ke Pabrik Farmasi.

Berkunjung Ke Pabrik farmasi.

Last Updated on Thursday, 04 May 2017 18:42
Read more...
 
«StartPrev12345678910NextEnd»

Page 1 of 12