My University Of Life
BRANDING DI TOUR D'AMBULANCE PDF Print E-mail
Written by dr.Sholihul Absor,MARS   
Monday, 03 December 2012 15:43

BRANDING DI TOUR D'AMBULANCE

START di depan kantor PWM Jatim

Bulan november ini Muhammadiyah merayakan ulang tahunnya yang ke seratus tahun atau satu abad. Berbagai macam acara digelar dalam rangka memeriahkan milad akbar ini. Mulai kajian ilmiah, seni dan budaya, hingga aksi sosial yang dirasakan langsung oleh masyarakat. Puncak acara dirayakan di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Dome UMM tepatnya, pada tanggal 18 November yang dihadiri tidak kurang dari delapan ribu warga muhammadiyah se Jawa Timur.

Parade masuk dari TOL Dupak

Saya bersama teman teman tidak mau ketinggalan meramaikan puncak acara ini dengan mengumpulkan ambulance yang dimiliki rumah sakit dan klinik Muhammadiyah. Momen ini kami namai "Tour D'Ambulance 2012".

Last Updated on Monday, 03 December 2012 19:21
Read more...
 
GAJI DINAIKKAN, KERJA MALES-MALESAN PDF Print E-mail
Written by dr.Sholihul Absor,MARS   
Wednesday, 28 November 2012 08:57

GAJI DINAIKKAN, KERJA MALES-MALESAN

Dalam tulisan sebelum ini saya menjelaskan bahwa rumah sakit bisa tumbuh dan berkembang apabila bisa memenuhi harapan dari stake holder yaitu pemilik, karyawan, dan pasien. Tepatnya, terjadi pertukaran nilai yang saling menguntungkan antara rumah sakit dan stake holder. Kali ini saya akan membahas lebih khusus tentang pertukaran nilai antara rumah sakit dan karyawan, yang dalam bahasa pemasaran sering disebut sebagai internal marketing. Tantangan manajer rumah sakit adalah menawarkan nilai- baik itu berupa gaji atau imbalan lainnya- kepada karyawan, sehingga termotivasi untuk menumpahkan seluruh kemampuan profesional dan kompetensinya untuk meningkatkan kualitas pelayanan. Apa yang harus dipertimbangkan sehingga misi ini terwujud?

Ketika saya memberikan materi kepada pengurus Rumah Sakit Muhammadiyah se Jawa Timur ada peserta yang bertanya begini,pengalaman kami, walaupun gaji karyawan dinaikkan ternyata kerja mereka begitu-begitu saja. Memang keluhan ini banyak dihadapi para manajer usaha apapun, tidak dinaikkan gajinya karyawan protes, kalo dinaikkan akan membebani biaya operasional dan tidak ada jaminan akan meningkat produktivitasnya. Apalagi saat akhir tahun seperti ini, tuntutan kenaikan UMK / gaji semakin kencang berhembus.

Untuk memahami persoalan ini mari kita dekati dari aspek motivasi. Faktor apa yang mendorong karyawan mau melakukan apa yang kita harapkan sehingga mencapai tujuan yang ditetapkan?. Salah satu teori yang menjelaskan tentang ini adalah teori hirarki kebutuhan dari Abraham Maslow yang sudah banyak kita ketahui. Inti dari teori ini adalah bahwa kebutuhan manusia tersusun dalam suatu hirarki dari yang rendah (kebutuhan fisiologis) sampai yang paling atas (kebutuhan perwujudan diri). Praktiknya, karyawan tidak akan termotivasi kalau gajinya belum memenuhi kebutuhan yang diharapkan. Baru kalau sudah terpenuhi, karyawan akan termotivasi kalau dipenuhi kebutuhan yang diatasnya yaitu kebutuhan rasa aman, dan seterusnya sampai kebutuhan yang paling atas.

Last Updated on Wednesday, 28 November 2012 09:17
Read more...
 
PELAJARAN DARI SANG GURU PDF Print E-mail
Written by dr.Sholihul Absor,MARS   
Monday, 15 October 2012 15:07

PELAJARAN DARI SANG GURU

Marketing Without Profiting is Nothing

Bebdr. H.M. Thohir, MSerapa hari lalu saya berkunjung ke rumah guru saya, di Babat, Lamongan. Beliau adalah pensiunan PNS dinas kesehatan yang meniti karir dari bawah hingga pernah menjabat sebagai kepala kantor departemen kesehatan kota dan direktur rumah sakit umum daerah di kota Gresik. Juga pernah menjadi direktur Rumah Sakit Siti Khodijah di Sidoarjo. Catatan karirnya yang cukup cemerlang adalah keberhasilannya mengembangkan sebuah Balai pengobatan kecil di sudut kota Lamongan menjadi Rumah Sakit Muhammadiyah Lamongan yang besar dan maju, yang kini menjadi market leader di wilayahnya. Beliaulah peletak dasar pengembangan 30 rumah sakit yang berada dalam jaringan Rumah Sakit Muhammadiyah di Jawa Timur.

Pak Thohir, begitu biasa disapa, yang mendorong saya untuk menerjuni dunia manajemen rumah sakit. Dari beliaulah saya banyak belajar bagaimana mengelola rumah sakit dengan benar. Menyusun laporan keuangan, membuat perencanaan bangunan, mengembangkan mutu pelayanan rumah sakit melalui standar yang dibuat, membuat pedoman pengelolaan sumberdaya manusia, analisis kebijakan, dan masih banyak lainya. Saya sendiri lebih banyak mendalami masalah pemasaran rumah sakit, sesuatu yang jarang diajarkan beliau, meski begitu beliau mendukung saya. Dari semua yang diajarkan beliau paling menekankan pentingnya menguasai dan mengimplementasikan manajemen keuangan dengan baik.

Walaupun ketertarikan saya ada di bidang pemasaran, tapi setuju dengan pemikiran pak Thohir. Rumah sakit sebagai unit usaha, pada akhirnya membutuhkan sisa hasil usaha untuk digunakan mengembangkan layanan guna memenuhi tuntutan stake holder. Tanpa manajemen keuangan yang baik, semua pekerjaan akan sia sia dalam arti tidak menghasilkan pendapatan yang optimal, bahkan memunculkan permasalahan yang pelik.

Last Updated on Monday, 15 October 2012 16:18
Read more...
 
«StartPrev12345678910NextEnd»

Page 10 of 14