My University Of Life
AKSI SOLIDARITAS DOKTER DALAM PERSPEKTIF PEMASARAN PDF Print E-mail
Written by dr.Sholihul Absor,MARS   
Friday, 06 December 2013 18:25

AKSI SOLIDARITAS DOKTER DALAM PERSPEKTIF PEMASARAN

Akhirnya pil pahit itu ditelan juga oleh dokter, ribuan dokter di seluruh Indonesia turun ke jalan memprotes divonisnya 3 dokter kandungan di Manado oleh Mahkamah Agung. Ketiganya diputus bersalah karena pasien yang dioperasi caesar akhirnya meninggal dunia. Dibilang pil pahit karena aksi turun ke jalan bukanlah pilihan enak, tidak ada dokter yang ingin atau biasa melakukan aksi turun ke jalan, paling banter kalau protes ya disampaikan dalam forum ilmiah atau membuat tulisan yang diunggah di media massa.

Saya tidak akan membahas kasus ini dari sudut pandang medico legal karena selain sudah banyak yang membahas, saya tidak memiliki kompetensi mengkaji masalah ini. Meskipun tentu saja saya sangat tidak setuju apabila seorang dokter dipenjara hanya gara gara gagal menolong pasien. Tentu hal ini menimbulkan kegelisahan yang dalam bagi seorang dokter karena muncul kegamangan setiap kali melakukan tindakan medis. Kalaulah diduga ada kelalaian atau melakukan tindakan di luar prosedur maka yang berhak mengevaluasi adalah komunitas profesinya dalam hal ini adalah MKEK (Majelis Kode Etik Kedokteran) atau MKDKI (Majelis Kehormatan Disiplin Kedokteran Indonesia), bukan oleh pengadilan umum, sebagaimana profesi lain melakukan evaluasi kepada anggotanya.

Yang menarik, aksi solidaritas tanggal 27 november 2013 yang berlabel Tolak Kriminalisasi Dokter menuai kritik dari media terutama koran yang terbit esok harinya. Dokter dianggap berlebihan dalam membela sejawatnya karena tidak ada warga negara yang kebal hukum. Ada yang menganggap dokter lupa dengan sumpahnya karena menelantarkan pasien. Berita di koran dipenuhi laporan pasien yang kecewa tidak tertangani karena ditinggal dokter mogok, meskipun sebenarnya hanya menghentikan pelayanan poliklinik selama dua jam, sedangkan layanan lainnya yang emergensi maupun urgen tetap jalan.

Dilihat dari tujuan penggalangan massa dan menarik perhatian publik saya menganggap aksi ini berhasil, terbukti dokter serentak turun dan setelah itu banyak pihak akhirnya bersuara. Tapi dilihat dari pesan yang ingin disampaikan saya lihat aksi ini gagal membentuk opini yang baik bagi dokter, bahkan banyak yang menghujat. Pesan di bbm dan whatsapp saya dipenuhi kekecewaan sejawat dokter atas reaksi publik. Mengapa image negatif muncul lepas aksi solidaritas ini?

Last Updated on Friday, 06 December 2013 18:38
Read more...
 
PAK WID: TEMAN DISKUSI YANG ASIK PDF Print E-mail
Written by dr.Sholihul Absor,MARS   
Saturday, 14 September 2013 20:06

Tulisan ini didedikasikan untuk menyambut purna bhakti Bapak Widodo J. Pudjirahardjo, dr. MS, MPH, DR, PH

PAK WID: TEMAN DISKUSI YANG ASIK

Ketika saya menerima email dari bu Thinni yang mengabarkan kalau pak Wid akan purna bakti, pikiran saya langsung melayang jauh mengenang masa saat jadi mahasiswa S1 di Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga. Saya lupa kapan tepatnya, tapi kalau tidak salah sekitar tahun 1992.

Pagi itu sebuah mobil yang saya tunggu kedatangannya muncul dan parkir di depan kantor Lembaga Bantuan Hukum Surabaya di Jalan Kidal. Tentu saja yang saya tunggu adalah pemilik mobil tadi, daihatsu charade putih, dari balik pintu keluarlah sosok yang kita kenal sekarang sebagai pak Wid. Saat itu saya bersama beberapa teman aktivis ekstra kampus mengadakan diskusi kecil membahas peran mahasiswa dalam pembangunan manusia bidang kesehatan. Terus terang sebenarnya kami tidak tahu banyak tentang apa dan siapa pak Wid selain sebagai dosen Ilmu Kesehatan Masyarakat. Kami mengundang pak Wid karena diantara dosen yang ada beliaulah yang paling enak dalam menjelaskan masalah serta enak diajak diskusi. Dan memang akhirnya pagi itu terjadi diskusi menarik antara kami dan pak Wid di ruang rapat kantor LBH Surabaya yang kami pinjam.

cover undangan

Itulah perjumpaan yang membuat saya hormat dan mengenal lebih dalam pribadi pak Wid. Beberapa alasan yang membuat saya bersikap seperti itu. Pertama, kesediaan beliau hadir menunjukkan beliau menghargai niat dan pikiran anak muda.. Ke dua, meski kegiatan ekstra kampus beliau tetap hadir, hal ini mengajarkan kepada kami agar menghormati semua golongan, tidak melihat siapa yang mengundang tapi apa yang bisa diberikan buat si pengundang. Ke tiga, beliau selalu menghargai lawan bicara sehingga enak diajak diskusi.

Last Updated on Saturday, 14 September 2013 20:41
Read more...
 
EMPAT PILAR KEBANGSAAN DALAM PANDANGAN MANAJEMEN RUMAH SAKIT PDF Print E-mail
Written by dr.Sholihul Absor,MARS   
Monday, 17 June 2013 17:59

EMPAT PILAR KEBANGSAAN DALAM PANDANGAN MANAJEMEN RUMAH SAKIT

Kehilangan sosok kenegarawanan saat ini bagi bangsa Indonesia adalah kehilangan besar, karena kita sekarang butuh pribadi yang mampumen jembatani berbagai latar belakang ideology dan kepentingan dalam rangka menggapai cita-cita sebuah negara yang adil dan makmur serta berdaulat dan bermartabat dimata dunia.

Salah satu orang yang memiliki kemampuan itu adalah Bapak Taufik Kiemas, meski berasal dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), pribadi dan pandangannya diterima dengan baik oleh seluruh partai yang ada, tak heran terpilihnya beliau sebagai ketua MPR dicapai secaraa klamasi.

Taufiq Kiemas

Gagasannya tentang empat pilar kebangsaan menunjukkan betapa beliau sangat perhatian terhadap nasib bangsa dimasa akan datang. Diyakini hanya dengan empat pilar itu Negara Indonesia akan kokoh, tidak terpecah belah, serta menjadi negara yang disegani oleh masyarakat dunia.

Banyak pihak merasa kehilangan dengan kepergian bapak Taufik Kiemas pada hari sabtu 8 Juni 2013. Namun tentu kita tidak boleh berhenti sebatas berduka tapi bagaimana agar pikiran besar dari almarhum dapat diwujudkan dalam nafasbernegara bangsa Indonesia.

Sebagai orang yang bukan ahli di bidang ketatanegaraan saya berusaha memahami empat pilar dalam kontek manajemen rumah sakit sesuai bidang saya. Sebuah rumah sakit dengan manusia, sumberdaya, dan lingkungannya bisa diidentikkan dengan sebuah negara dalam skala kecil. oleh karena itu, jika empat pilar dapat menjadikan Indonesia sebagai negara yang kuat dan kokoh, maka ada "empat pilar identik" yang membuat sebuah rumah sakit menjadi maju, berkembang, dan mampu bersaing di era kompetitif.

Empat pilar identik itu adalah :

Last Updated on Monday, 17 June 2013 18:17
Read more...
 
«StartPrev12345678910NextEnd»

Page 9 of 15