My University Of Life
PENTINGNYA SERVICE BLUEPRINT BAGI RUMAH SAKIT PDF Print E-mail
Written by dr.Sholihul Absor,MARS   
Wednesday, 05 March 2014 07:34

PENTINGNYA SERVICE BLUEPRINT BAGI RUMAH SAKIT

Hampir semua dari kita pasti pernah merasakan makan di Mc Donald, ya..restoran cepat saji waralaba Amerika yang banyak tersebar di berbagai sudut kota. Begitu juga saya, sering makan di sana, bukan karena suka dengan menu makannya tapi lebih karena anak saya yang merengek minta. Tapi itu waktu anak saya masih kecil, sekarang sudah jarang. Meski demikian saya bisa menikmatinya, tentu saja bukan karena kelezatan makanannya yang biasa biasa saja, tetapi karena saya bisa belajar bagaimana sebuah bisnis memperlakukan konsumennya sehingga bisa berkembang ke seluruh penjuru dunia.

Satu hal yang dapat saya ambil hikmahnya adalah bagaimana menyajikan lima element pelayanan dengan baik. Yaitu; tangible (yang dilihat dan dirasakan), responsiveness (kecepatan), reliable (handal), empathy (memahami perasaan), dan assurance (jaminan pelayanan). Dimanapun dan kapanpun kita makan di Mc D kita mendapati pelayanan yang khas dan konsisten. Bagaimana mereka menyapa pembeli, menawarkan menu, tampilan dan dekorasi gerai, cara menyajikan makanan, rasa, termasuk grooming (penampilan karyawan).

Pelayanan RSM/A Jatim

Last Updated on Wednesday, 05 March 2014 07:46
Read more...
 
AKSI SOLIDARITAS DOKTER DALAM PERSPEKTIF PEMASARAN PDF Print E-mail
Written by dr.Sholihul Absor,MARS   
Friday, 06 December 2013 18:25

AKSI SOLIDARITAS DOKTER DALAM PERSPEKTIF PEMASARAN

Akhirnya pil pahit itu ditelan juga oleh dokter, ribuan dokter di seluruh Indonesia turun ke jalan memprotes divonisnya 3 dokter kandungan di Manado oleh Mahkamah Agung. Ketiganya diputus bersalah karena pasien yang dioperasi caesar akhirnya meninggal dunia. Dibilang pil pahit karena aksi turun ke jalan bukanlah pilihan enak, tidak ada dokter yang ingin atau biasa melakukan aksi turun ke jalan, paling banter kalau protes ya disampaikan dalam forum ilmiah atau membuat tulisan yang diunggah di media massa.

Saya tidak akan membahas kasus ini dari sudut pandang medico legal karena selain sudah banyak yang membahas, saya tidak memiliki kompetensi mengkaji masalah ini. Meskipun tentu saja saya sangat tidak setuju apabila seorang dokter dipenjara hanya gara gara gagal menolong pasien. Tentu hal ini menimbulkan kegelisahan yang dalam bagi seorang dokter karena muncul kegamangan setiap kali melakukan tindakan medis. Kalaulah diduga ada kelalaian atau melakukan tindakan di luar prosedur maka yang berhak mengevaluasi adalah komunitas profesinya dalam hal ini adalah MKEK (Majelis Kode Etik Kedokteran) atau MKDKI (Majelis Kehormatan Disiplin Kedokteran Indonesia), bukan oleh pengadilan umum, sebagaimana profesi lain melakukan evaluasi kepada anggotanya.

Yang menarik, aksi solidaritas tanggal 27 november 2013 yang berlabel Tolak Kriminalisasi Dokter menuai kritik dari media terutama koran yang terbit esok harinya. Dokter dianggap berlebihan dalam membela sejawatnya karena tidak ada warga negara yang kebal hukum. Ada yang menganggap dokter lupa dengan sumpahnya karena menelantarkan pasien. Berita di koran dipenuhi laporan pasien yang kecewa tidak tertangani karena ditinggal dokter mogok, meskipun sebenarnya hanya menghentikan pelayanan poliklinik selama dua jam, sedangkan layanan lainnya yang emergensi maupun urgen tetap jalan.

Dilihat dari tujuan penggalangan massa dan menarik perhatian publik saya menganggap aksi ini berhasil, terbukti dokter serentak turun dan setelah itu banyak pihak akhirnya bersuara. Tapi dilihat dari pesan yang ingin disampaikan saya lihat aksi ini gagal membentuk opini yang baik bagi dokter, bahkan banyak yang menghujat. Pesan di bbm dan whatsapp saya dipenuhi kekecewaan sejawat dokter atas reaksi publik. Mengapa image negatif muncul lepas aksi solidaritas ini?

Last Updated on Friday, 06 December 2013 18:38
Read more...
 
PAK WID: TEMAN DISKUSI YANG ASIK PDF Print E-mail
Written by dr.Sholihul Absor,MARS   
Saturday, 14 September 2013 20:06

Tulisan ini didedikasikan untuk menyambut purna bhakti Bapak Widodo J. Pudjirahardjo, dr. MS, MPH, DR, PH

PAK WID: TEMAN DISKUSI YANG ASIK

Ketika saya menerima email dari bu Thinni yang mengabarkan kalau pak Wid akan purna bakti, pikiran saya langsung melayang jauh mengenang masa saat jadi mahasiswa S1 di Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga. Saya lupa kapan tepatnya, tapi kalau tidak salah sekitar tahun 1992.

Pagi itu sebuah mobil yang saya tunggu kedatangannya muncul dan parkir di depan kantor Lembaga Bantuan Hukum Surabaya di Jalan Kidal. Tentu saja yang saya tunggu adalah pemilik mobil tadi, daihatsu charade putih, dari balik pintu keluarlah sosok yang kita kenal sekarang sebagai pak Wid. Saat itu saya bersama beberapa teman aktivis ekstra kampus mengadakan diskusi kecil membahas peran mahasiswa dalam pembangunan manusia bidang kesehatan. Terus terang sebenarnya kami tidak tahu banyak tentang apa dan siapa pak Wid selain sebagai dosen Ilmu Kesehatan Masyarakat. Kami mengundang pak Wid karena diantara dosen yang ada beliaulah yang paling enak dalam menjelaskan masalah serta enak diajak diskusi. Dan memang akhirnya pagi itu terjadi diskusi menarik antara kami dan pak Wid di ruang rapat kantor LBH Surabaya yang kami pinjam.

cover undangan

Itulah perjumpaan yang membuat saya hormat dan mengenal lebih dalam pribadi pak Wid. Beberapa alasan yang membuat saya bersikap seperti itu. Pertama, kesediaan beliau hadir menunjukkan beliau menghargai niat dan pikiran anak muda.. Ke dua, meski kegiatan ekstra kampus beliau tetap hadir, hal ini mengajarkan kepada kami agar menghormati semua golongan, tidak melihat siapa yang mengundang tapi apa yang bisa diberikan buat si pengundang. Ke tiga, beliau selalu menghargai lawan bicara sehingga enak diajak diskusi.

Last Updated on Saturday, 14 September 2013 20:41
Read more...
 
«StartPrev12345678910NextEnd»

Page 8 of 14