My University Of Life
NONTON ORANG AMERIKA NONTON BASEBALL PDF Print E-mail
Written by dr.Sholihul Absor,MARS   
Monday, 06 October 2014 18:16

NONTON ORANG AMERIKA NONTON BASEBALL

Di sela sela kesibukan meeting saya mendapat kesempatan nonton baseball, olahraga yang paling popular di Amerika, bahkan sepakbola pun kalah popular. Tentu masih dalam rangka mempelajari demokrasi dan kehidupan warga Amerika, bagaimana mereka memanfaatkan waktu luang dan mengekspresikan kegembiraan dalam suatu moment. Jadi ketika saya diberi pilihan antara nonton baseball dan pergi ke universal studio, saya pilih nonton baseball. Bukan karena saya suka pertandingan baseball, jangankan suka, ngerti aja tidak, kapan tim dapat nilai dan bagaimana menghitung skornya sama sekali tidak faham. Bagi saya yang lebih menarik adalah melihat tingkah polah penonton kasti (sebutan permainan semacam baseball waktu masa kecil dulu), ini adalah bagian dari budaya modern orang Amerika.

Tim yang bertanding adalah Detroit Tiger sebagai tuan rumah melawan San Francisco Giants, keduanya termasuk tim baseball unggulan, jadi bakal ramai pertandingannya. Jam 6 sore (waktu setempat masih terang) saya bersama teman teman jalan kaki menuju stadion Comerica Park, tidak jauh dari hotel tempat saya menginap sekitar satu kilo meteran. Jalanan sudah ramai orang menuju stadion, saya lihat sebagian besar sudah berumur (perkiraan saya diatas empat puluh tahunan) beberapa diantaranya membawa anak anak. Karena cuaca cerah dan angin bertiup agak dingin saya memakai celana jean dan baju, tapi rupanya salah kostum, hampir semua penonton ternyata memakai pakaian santai kaos dan celana pendek. hehehe tak apalah namanya juga orang asing, teman saya malah pakai jaket.

Sebelum Pertandingan

Di depan pintu masuk stadion saya keluarkan tiket yang sudah dibelikan pengelola program IVLP via on line. Harga tiketnya cukup mahal juga 62$ atau sekitar 740 ribu rupiah dan sebagian besar penonton pegang tiket on line, saya hanya melihat sekali seorang jual tiket makelaran seperti yang banyak terjadi di tempat kita kalau ada pertandingan atau pertunjukan. Di pintu masuk tiket saya di scan petugas tit langsung melenggang masuk dan waowww. suasana di dalam stadion rupanya lebih mirip pujasera mall, penjual minuman dan restoran fast food banyak berjajar, aromanya gurih menggoda dan semuanya ramai pembeli. Saya baru percaya bahwa orang Amerika suka makan, makanya badannya besar besar dan subur alias gendut. Ketika mencari nomer kursi, pertandingan mulai dibuka dengan menyanyikan lagu kebangsaan Amerika The Star-Spangled Banner, semua penonton berdiri khidmad, sayapun ikut berdiri sebagai tanda penghormatan meski tidak hafal lagunya.

Last Updated on Monday, 06 October 2014 18:30
Read more...
 
RAPAT GAYA AMERIKA PDF Print E-mail
Written by dr.Sholihul Absor,MARS   
Tuesday, 09 September 2014 07:30

RAPAT GAYA AMERIKA

(journey to USA part III)

Inilah pelajaran pertama yang saya dapatkan selama di Amerika, budaya menghormati waktu. Coba bayangkan bagaimana kalau kita biasanya mengadakan rapat atau pertemuan apapun, yang diundang datang telat dengan berbagai alasan, agenda rapat tidak jelas apa yang akan dibicarakan, pertemuan dibuka dengan kata pengantar atau sambutan yang panjang dan berliku-liku, karena agenda tidak fokus maka arah pembicaraan ngalor ngidul (meminjam istilah jawa yang artinya tidak jelas), kalau bertanya juga ngalor-ngidul dulu baru ke inti pertanyaan, sehingga sering kita jumpai pemimpin rapat bertanya balik, "jadi pertanyannya apa?" hehehe.....sudah mulut berbusa ternyata tidak jelas maksudnya, dan saya sering mendapati orang yang bertanya tapi hanya ingin menunjukkan bahwa dia lebih pintar dari pembicara. Banyak lagi sebenarnya kebiasaan buruk kita dalam hal memanfaatkan waktu secara profesional.

Menunggu jam rapat

Last Updated on Tuesday, 09 September 2014 07:49
Read more...
 
TERBANG BERSAMA AWAK KABIN TUA PDF Print E-mail
Written by dr.Sholihul Absor,MARS   
Thursday, 04 September 2014 19:04

TERBANG BERSAMA AWAK KABIN TUA

(Journey to USA part II)

Dijuanda SUB di Hongkong Int Airport

Pengalaman berpergian saya paling jauh selama ini ke Saudi Arabia dalam rangka naik haji, sembilan hingga sepuluh jam di dalam pesawat bagiku sudah cukup membuat pantat panas, lutut dan pinggang nyeri. Nah saya tidak bisa membayangkan jika ke Amerika, kuat apa tidak, betapa panasnya pantat.....hahaha. Untuk sampai di Amerika saya harus pindah lima pesawat, Dari Surabaya ke Jakarta, terus ke Hongkong, lanjut Seatle, sudah masuk Amerika, tapi harus pindah pesawat lagi menuju Detroid, dan berakhir di Washington DC. Waktu tempuh saya hitung sekitar 25 jam di dalam pesawat, bandingkan dengan ke Saudi yang cuman 9 jam, itu belum lamanya transit di bandara, jadi total perjalanan sekitar dua hari.

Last Updated on Thursday, 04 September 2014 19:49
Read more...
 
«StartPrev12345678910NextEnd»

Page 7 of 15