My University Of Life
BUNGA RAMPAI PERJALANAN KE AMERIKA 2 PDF Print E-mail
Written by dr.Sholihul Absor,MARS   
Monday, 29 December 2014 11:07

BUNGA RAMPAI PERJALANAN KE AMERIKA 2

SUKU AMISH, AMERIKA TEMPOE DOELOE

Pernah lihat film jadul Little House yang dibintangi Melissa Gilbert. Film ini diputar di TVRI tahun 70an, yang menceritakan kehidupan keluarga Amerika di desa. Tinggal di rumah kayu di tengah ladang yang luas, halaman lebar, bersih, dikelilingi bunga-bunga indah berpagar kayu mengelilingi pekarangan. Mereka hidup dari berternak sapi, berladang jagung dan aneka bahan pangan lainnya. Semua kebutuhan hidup diolah dari alam sekitarnya, susu, roti, eskrim, sabun, kain, dll.

Saya yakin anda tidak percaya sebelum melihat sendiri, sebagaimana saya ketika melihat masih ada masyarakat yang hidup dengan membatasi dari dunia luar, di tengah kehidupan modern Amerika. Terletak di kota Lancester negara bagian Pensilvania, sekitar 3 jam perjalanan darat dari New York. Mereka hidup tanpa listrik, televisi, handphone, maupun barang modern lainnya. Kemana mana mereka jalan kaki atau naik andong yang ditarik kuda. Yang laki pakaiannya hampir sama. Memakai baju lengan panjang topi lebar, sedangkan wanitanya memakai baju rok panjang yang lebar, memakai penutup kepala mirip topi bayi dan berjalan tanpa alas kaki.

Aneh tapi nyata, ya itulah faktanya. Mengapa mereka menjalani hidup seperti itu, dan bagaimana bisa?, jawabannya adalah karena kepatuhan yang kuat terhadap keyakinannya. Walaupun demikian pada kenyataannya mereka tidak kuasa menolak kehadiran dunia luar. Mereka memasang semacam telpon umum yang diletakkan di halaman meski hanya digunakan untuk hal penting saja. Juga saya sempat bertemu orang Amish yang belanja di Walmart. Jadi keyakinan kuat penting untuk menjaga nilai dan semangat hidup, tapi jangan menafikan perubahan di sekitar kita.

Alat transportasi utama suku Amish, kereta kuda

Wanita Amish di halaman rumahnya yang asri

Di depan toko suku Amish


Last Updated on Wednesday, 21 January 2015 13:52
 
BUNGA RAMPAI PERJALANAN KE AMERIKA 1 PDF Print E-mail
Written by dr.Sholihul Absor,MARS   
Monday, 29 December 2014 10:52

BUNGA RAMPAI PERJALANAN KE AMERIKA 1

Sebetulnya masih banyak pengalaman dan kenangan yang berkesan selama perjalanan di Amerika, tetapi karena keterbatasan saya dalam beberapa hal, jadinya tidak bisa menyajikan cerita dalam bentuk tulisan seperti sebelumnya. Namun, tentu saja sayang sekali apabila pengalaman berharga ini tidak dibagikan ke pembaca karena banyak pelajaran yang bisa kita ambil. Oleh karena itu saya akan menceritakan moment-moment itu dalam tulisan singkat dan foto-foto, mudah-mudahan gambar yang saya tampilkan lebih bercerita banyak. Selamat menikmati.

PENGALAMAN NAIK SOUTHWEST

Akhirnya kesampaian juga merasakan naik maskapai Southwest, waktu itu perjalanan dari Santa Fe, New Mexico menuju Los Angeles, California. Keinginan ini muncul karena saya sering menjadikan Southwest sebagai contoh kasus menyusun POSITIONING rumah sakit, saat presentasi. Diantara banyak maskapai low cost carier, dialah yang paling tahan terhadap krisis yang mendera Amerika beberapa kali. Ketepatan positioning sebagai maskapai berbiaya rendah dengan fokus penerbangan jarak pendek dan diferensiasi yang kuat sebagai kuncinya.

logo soutwest Diferensiasi yang kuat: tiket tanpa nomer kursi, hanya posisi antrian masuk pesawat yang ada.

Last Updated on Monday, 29 December 2014 11:07
 
IMPLEMENTASI ISLAM RAHMATAN LIL ALAMIN DI AMERIKA PDF Print E-mail
Written by dr.Sholihul Absor,MARS   
Thursday, 13 November 2014 13:33

IMPLEMENTASI ISLAM RAHMATAN LIL ALAMIN DI AMERIKA

Tulisan ini dimuat di majalah MATAN edisi 100, November 2014

Tanggal 23 agustus sampai 13 september saya mendapat kesempatan berkunjung ke Amerika atas undangan dari Department of State United State of America melalui program International Visitor Leadership Program (IVLP). Selama tiga minggu saya bertemu dengan banyak pejabat pemerintah dan komunitas untuk mendiskusikan perkembangan demokrasi di Amerika khususnya perlakuan terhadap kaum minoritas, termasuk dalam hal ini adalah komunitas muslim. Inilah secuil cerita dari sekelompok muslim yang berusaha berdakwah di tengah situasi yang sulit dengan jalan mendedikasikan aktivitasnya bagi masyarakat sekitarnya yang non muslim.

Pagi itu jam 10, Florence Avenue, Los Angeles selatan, Negara bagian California, matahari sudah bersinar terik, udara panas dan kering membuat badan jadi tidak enak. Saya melangkah melalui pagar sebuah gedung persegi empat yang cukup luas. Di sudut depan bagunan bagian pintu gedung tampak arsitektur pemanis berwarna hijau dengan lengkungan seperti pintu masjid. Sisi kiri di tembok tertulis nama UMMA Community Clinic, Healthcare for All inspire by Islam. Di sini saya dijadwal bertemu dengan Adel Syed, direktur pengembangan dan hubungan komunitas, untuk membicarakan peran komunitas minoritas muslim dalam pengembangan demokrasi khususnya di bidang kesehatan dengan segala tantangannya.

Sudah jamak diketahui menjadi muslim di Amerika bukanlah perkara mudah, bukan hanya kesulitan dalam mencari sarana ibadah seperti masjid, makanan halal, waktu berpuasa yang panjang, tetapi juga dalam menghadapi lingkungan sosial yang tidak menguntungkan. Meski Islam di Amerika saat ini adalah agama yang pertumbuhannya paling tinggi, namun secara nasional masih tetap minoritas dan masih berkembang Islamophobia, ketakutan terhadap Islam karena dianggap sebagai agama yang melegalisasi kekerasan dan identik dengan terorisme. Oleh karena itu tantangannya adalah bagaimana merumuskan model dakwah yang bersahabat dan efektif meningkatkan citra positif Islam.

Last Updated on Saturday, 15 November 2014 08:48
Read more...
 
«StartPrev12345678910NextEnd»

Page 6 of 15