MENANTI CALON DIREKTUR RUMAH SAKIT DARI FK UM SBY PDF Print E-mail
Written by dr.Sholihul Absor,MARS   
Monday, 15 March 2021 09:40

 

MENANTI CALON DIREKTUR RUMAH SAKIT DARI FK UM SBY

Tak terasa sdh 5 tahun saya menjadi dosen di Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surabaya (FK UMSby), masa yang bersamaan dengan usia fakultasnya. Jujur kata, awalnya saya tdk terpikir dan tidak ingin menjadi dosen, krn sejak awal berkomitmen manjadi profesional di bidang manajemen rumah sakit. Tapi saat melihat visi FK saya menjadi antusias, karena keunggulan FK UMSby adalah tidak hanya mendidik mahasiswa menjadi dokter yang mumpuni di bidang medis, tetapi juga mampu menjadi leader dan manajer di pelayanan kesehatan.

Kemampuan dokter dalam memimpin dan mengelola sebuah pelayanan kesehatan menjadi keprihatinan tersendiri. Pengalaman selama 15 tahun membawahi 32 RS, tidak mudah mencari direktur yang memiliki kompetensi manajerial dengan baik. Rata rata mereka hanya menguasai pelayanan medis saja, sedangkan masalah logistik, sumberdaya manusia, sistim informasi, pemasaran, apalagi keuangan seringkali tidak paham.

Bagi dokter yang baru luluspun sesungguhnya tidak bisa dilepaskan dari urusan kepemimpinan dan manajemen. Dalam lingkungan layanan kesehatan, dokter menempati strata sosial yang cukup tinggi. Maka tidak heran meskipun baru lulus dokter sering diberi tanggungjawab menjadi kepala, setidaknya kepala unit atau ketua tim terkecil. Seperti pengalaman saya, barusan diangkat sebagai dokter PTT (pegawai tidak tetap) sudah diangkat jadi wakil kepala puskesmas. Kemudian setahun setengah berikutnya diangkat jadi kepala puskesmas.

Kelemahan inilah yang menyebabkan RS kita kalah bersaing dengan RS di luar negeri. Dalam beberapa kesempatan mengunjungi RS di luar negeri saya melihat sebenarnya kemampuan medis kita tidak kalah. Tidak sedikit dokter kita yang memiliki kompetensi yang diakui tingkat dunia. Namun jika dilihat dari proses pelayanan harus kita akui kalah jauh. Mulai pasien masih di rumah, kedatangan, proses perawatan, hingga kembali ke rumah, semua dalam jangkauan pelayanan yang prima. Maka tak heran jika banyak orang kaya di Indonesia yang memilih berobat, atau hanya sekedar medical cek up ke negeri seberang.

Kembali ke kampus dimana saya mengajar, komitmen mendidik calon leader dan manajer ini diimplementasikan dalam kurikulum pengajaran dan dipraktikkan. Tahun ke 4 mahasiswa mendapat tugas menyelenggrakan event seminar tentang manajemen pelayanan kesehatan, dimana mahasiswa tidak hanya belajar tentang topiknya saja, tapi lebih penting dari itu adalah bagaimana mahasiswa mampu menerapkan ilmu manajemen dalam mengorganisir suatu kegiatan. Mulai dari menetapkan tujuan dan target, membuat perencanaan kegiatan, pengorganisasian, melaksanakan, dan melakukan evaluasi. Pendek kata, setidaknya mahasiswa mampu mempraktekkan konsep dasar manajemen yakni POAC ( planning, organizing, actuating, dan controling).


mahasiswa sedang mempelajari permsalahan IPAL bersama dosen pembimbing

Tidak cukup itu saja untuk mendidik calon pemimpin dan manajer, saat dokter muda, mahasiswa diwajibkan mengikuti putaran praktik manajemen di RS. Mereka diminta untuk mengamati, mengidentifikasi permasalahan, serta memberi solusi atas permasalahan yang timbul di bagian yang sedang dikunjungi dan dipelajari. Bagian tersebut adalah logistik umum dan farmasi, sumberdaya mananusia, pemasaran, sistim informasi, dan keuangan, bagian inilah yang menjadi masalah krusial dari pengelolaan sebuah RS.

Beberapa waktu lalu saya berkesempatan menguji mahasiswa yang sudah melewati putaran manajemen ini. Senang rasanya melihat mahasiswa mampu mengenali dan memahami dinamika yang terjadi di sudut yang lebih dalam dari sebuah pelayanan kesehatan. Suatu hal yang tidak mungkin dialami oleh mahasiswa FK dari universitas lain. Setidaknya saya yakin ketika mereka menjadi dokter di klinik, puskesmas, atau di rumah sakit, mereka mampu membuat keputusan yang komprehensif, tidak hanya pertimbangan medis.

Rasanya tidak sabar melihat lulusan FK Universitas Muhammadiyah Surabaya ada yang menjadi direktur di RS yang besar dan modern. Semoga terkabul. Selamat Milad yang ke 5, semoga semakin sukses dan berkah bagi ummat. Amin.

twitter

@dokter_absor

 

Last Updated on Monday, 15 March 2021 10:13