MARKETING RUMAH SAKIT 4.0 PDF Print E-mail
Written by dr.Sholihul Absor,MARS   
Wednesday, 06 June 2018 14:08

 

MARKETING RUMAH SAKIT 4.0

 

Beberapa bulan lalu saya memperoleh buku yang saya cari cari selama ini, Marketing 4.0. Sebelumnya saya sudah mencari di beberapa toko buku, Gramedia, Gunung Agung, Toga Mas, maupun Uranus semuanya tidak tersedia. Akhirnya saya dapatkan secara tidak sengaja di toko buku Periplus bandara lombok saat menunggu boarding balik ke Surabaya. Lumayanlah....di tengah tugas kunjungan ke Lombok yang melelahkan, sehari pergi pulang terbayar oleh buku ini. Kunjungannya sendiri untuk melihat proses pembangunan rumah sakit di sana.

Buku ini menarik karena kelanjutan dari buku sebelumnya yang best seller yaitu Marketing 3.0, yang sudah diterjemahkan ke dalam 24 bahasa. Judul lengkap dari buku ini adalah Marketing 4.0-moving from traditional to digital. Dikarang oleh Hermawan Kartajaya dan Iwan Setiawan dengan menggandeng nama besar Philip Kotler. Diluncurkan sejak akhir tahun lalu sampai sekarang sdh diterjemahkan ke dalam 20 bahasa, sayangnya bahasa Indonesia tidak ada. Penerbitnya John Wiley & Son di Amerika, rupanya ini yang menyebabkan tidak beredar di sini, tidak ada penerbit Indonesia yang berani ambil ijin menerjemahkan ke penerbitnya, padahal pengarangnya orang Indonesia.

 


Dibeli di Bandara Lombok

Dibeli di Bandara Lombok

 

 

sebelum saya ceritakan secara singkat isi buku Marketing 4.0 tentu ada yang bertanya, apa yang dimaksud dengan Marketing 1.0, Marketing 2.0, dan Marketing 3.0? tentu ada bedanya. Ya...konsepnya memang beda jauh, jika Marketing 1.0 itu product centric, maka Marketing 2.0 sudah customer centric, sedangkan Marketing 3.0 menjadi human centric artinya produk kita harus bisa memenuhi mind, heart, dan spirit customer. Oleh karena itu dalam Marketing 3.0 perusahaan harus bersikap layaknya manusia juga yang memiliki mind, heart, dan spirit.

Bagaimana dengan Marketing 4.0? pada dasarnya konsepnya sama dengan Marketing 3.0, hanya saja dibahas dalam konteks perkembangan dunia digital yang makin masif sekarang ini. Masuknya dunia digital dalam kehidupan manusia salah satunya ditandai dengan sulitnya lepas dari handphone dalam keseharian. Hal ini membawa konsekuensi perubahan perilaku beli konsumen. Kalau dulu kita mengenal AIDA (aware, Interest, Desire, Action), maka sekarang menjadi 5A (Aware, Appeal, Ask, Act, Advocate) dimana perilaku beli ini bergerak dalam pengaruh digital yang kuat. Dalam buku juga dijelaskan bagaimana melakukan langkah pemasaran (tactical marketing) dengan memanfaatkan gatged dan sosial media.

Yang penting bagi kita adalah bagaimana mengimplementasikan Marketing 4.0 ke dalam praktik manajemen di rumah sakit. Satu hal yang tidak bisa dielakkan adalah pengunaan IT dan basis data yang kuat sehinga bisa merekam perilaku pasien dan keluarganya dalam mengakses, memanfaatkan, maupun bereaksi terhadap pelayanan yang kita berikan. Selanjutnya dengan menggunakan artificial inteligent kita bisa menawarkan produk pelayanan yang ada, dan ini semua bersifat personal. Bayangkan, ketika ada pasien ibu melahirkan, kemudian secara otomatis melalui handphone pasien, rumah sakit memberikan ucapan selamat, tip merawat bayi, tip seputar tumbuh kembang, sekaligus mengingatkan saatnya kontrol persalinan, imunisasi, dll. Tidak hanya itu, rumah sakit juga menawarkan produk makanan bayi dari instalasi gizi, menawarkan perlengkapan bayi hasil kerjasama dengan toko online, dan masih banyak yang bisa dilakukan secara otomatis untuk mendapatkan transaksi yang saling menguntungkan antara rumah sakit dan pasien. Semoga tidak hanya sebatas membayangkan.

 

Twitter: @dokter_absor

 

Last Updated on Thursday, 07 June 2018 08:48