DUNIA BARUKU..... JADI DOSEN PDF Print E-mail
Written by dr.Sholihul Absor,MARS   
Tuesday, 05 September 2017 15:33

DUNIA BARUKU.....   JADI DOSEN

Sejak lulus jadi dokter tahun 1996 saya sudah ada keinginan melanjutkan pendidikan ke jenjang magister administrasi rumah sakit. Tidak pernah berpikir dan tertarik mengambil pendidikan spesialis sebagaimana kebanyakan para sejawat. Meskipun saat itu ada tawaran dari senior untuk masuk pendidikan spesialis, tapi entah mengapa saya abaikan tawaran itu. Barangkali alasannya cuman satu yaitu passion, ada kegairahan jika bicara dan membahas soal manajemen rumah sakit, khususnya tentang marketing. Dan juga mungkin karena latar belakang saya yang tumbuh di lingkungan keluarga pedagang. Sejak kecil saya dibesarkan orang tua di kampung sempit belakang pasar. Tiap hari saya membantu orang tua berjualan  di rumah yang sekaligus tempat usaha, mulai melayani pembeli hingga jadi kasir.  Bahkan sampai sekarangpun saya masih menyempatkan diri membantu ibu berjualan. Inilah hikmahnya, mungkin jika saya jadi spesialis tidak sempat lagi membantu ibu berjualan, sebagaimana kakak saya yang spesialis syaraf, dan adik saya yang spesialis radiologi, sekarang tidak bisa bantu ibu karena kesibukan dinasnya.


Foto Bersama Dosen FK Unmuh Surabaya

Foto Bersama Para Dosen FK Universitas Muhammadiyah Surabaya.


Alhamdulillah saya menikmati kesibukan selama ini, bantu ibu di pasar, praktik dokter sore hari, dan jadi professional volunteer di Muhammadiyah Jawa Timur mengurus 29 rumah sakit dan 50 klinik. Dan tahun ini akan bertambah aktivitas saya, jadi dosen. Awalnya ragu menerima tugas baru ini karena tidak memiliki kompetensi sebagai pendidik dan diluar dunia saya selama ini. Namun setelah berpikir lama akhirnya saya putuskan menerima karena beberapa pertimbangan. Pertama, mengajarkan ilmu adalah pekerjaan mulia karena salah satu amalan yang tidak putus pahalanya setelah meninggal adalah ilmu yang bermanfaat. Kedua, sebenarnya dari sudut pandang keilmuan apa yang saya pelajari selama ini bisa menjadi modal dalam memberi kuliah. Ada ilmu kesehatan masyarakat yang saya dapatkan ketika menjadi mahasiswa kedokteran, ada ilmu manajemen pelayanan kesehatan yang saya dapatkan ketika mengambil gelar master, juga ilmu pemasaran yang bisa digunakan untuk menjelaskan promosi dan komunikasi kesehatan, jadi cocok kan?. Ketiga, sesekali saya diundang menguji tesis mahasiswa yang akan mengambil gelar master di pasca sarjana fakultas ilmu kesehatan masyarakat Universitas Airlangga, jadi sebenarnya selama ini tidak terlalu jauh dari dunia pendidikan.


Bagi saya dunia baru ini bukanlah menjadi beban, justru bila dilihat dari sisi positif dapat mendukung atau menguatkan karakter sebagai seorang marketeer. Beberapa hal yang harus dimiliki seorang marketeer yang sukses adalah passion for knowledge, yakni bergairah dalam mencari dan berbagi ilmu. Juga passion for business, hal ini jangan dimaknai bahwa dunia pendidikan adalah tempat mencari keuntungan finansial, tetapi sebagai tempat untuk bertukar nilai antara dosen, mahasiswa, dan institusi. Seorang marketeer harus bisa memberi nilai tambah bagi customernya dalam hal ini mahasiswa dan institusi. Yang terakhir adalah passion for relationship, bahwa marketeer harus senang menjalin relasi dengan semua orang, karena relasi pada saatnya nanti akan menjadi network bahkan mitra dalam ber”bisnis”.


Bulan ini saya mulai mengajar mahasiswa baru, mohon doanya semoga bisa mengemban amanah dengan baik, mahasiswanya pinter pinter, dan ilmunya bermanfaat, amiiiin.

 

twitter @dokter_absor

Last Updated on Tuesday, 05 September 2017 21:04