KUNJUNGAN KE PABRIK FARMASI, BUKAN SEKEDAR TRANSAKSI PDF Print E-mail
Written by dr.Sholihul Absor,MARS   
Thursday, 04 May 2017 18:33

KUNJUNGAN KE PABRIK FARMASI, BUKAN SEKEDAR TRANSAKSI

Di sela kunjungan ke Bandung, saya bersama rombongan mendapat tawaran  mengunjungi sebuah pabrik farmasi terkemuka di Indonesia. Tentu pembaca sudah faham apa maksud tawaran ini, ya pasti untuk mendukung promosi obat yang diproduksinya. Namun sebagai pengamat praktik pemasaran di dunia perumahsakitan tetap saja menarik untuk diamati. Seiring dengan makin ketatnya regulasi pemasaran dan pemakaian obat di rumah sakit, upaya memasarkan obat paten (bukan generik) bukanlah perkara mudah, diperlukan usaha yang keras dan kreatif. Banyak yang menyederhanakan urusan memasarkan obat ini hanya urusan harga obat, discount yang diberikan, serta dukungan apa saja yang diberikan farmasi ke rumah sakit maupun dokter. Padahal tidak demikian, meski harga sudah murah, discount besar, serta bermacam dukungan diberikan, ternyata tidak menjamin rumah sakit atau dokter mau memakai obat tersebut.  Sebenarnya, proses dokter meresepkan obat melalui berbagai tahap, sama seperti konsumen memutuskan memilih produk yang dibutuhkan, inilah yang disebut sebagai customer decision journey (CDJ). Saya akan coba jelaskan secara singkat disini, tentunya dalam konteks kunjungan saya ke pabrikan farmasi.

Berkunjung Ke Pabrik Farmasi.

Berkunjung Ke Pabrik farmasi.

Ada lima tahap CDJ yakni 5A yang terdiri dari Aware, Appeal, Ask, Act, Advocate. Aware disini bukan hanya dokter mengenal merek dan nama obat saja, tetapi juga mengenal secara langsung  bagaimana obat diproduksi. Di pabrik kami ditunjukkan proses produksi mulai bahan yang digunakan, pencampuran, kontrol, pengemasan, hingga siap didistribusikan. Selain itu juga dipresentasikan bagaimana pabrik dibangun dengan standart kualitas tinggi dan dengan pengawasan dari ahli dibidangnya. Appeal, artinya mulai ada ketertarikan sehingga ada kedekatan. Tidak hanya dekat dengan produk obatnya tetapi juga dengan personal medical representatifnya. Ask, bertanya menunjukkan proses yang lebih lanjut dari ketertarikan, ini berarti tanda bagus menuju sebuah transaksi. Act, inilah yang ditunggu tunggu perusahaan farmasi, dokter menuliskan resep obat. Yang terakhir adalah Advocate, yakni dokter mau merekomendasikan ke rekan sejawat, bahkan mau membela apabila ada komplain tentang obat terkait.

Demikian tahapan umum perilaku konsumen terhadap produk yang ditawarkan, mulai dari mengenal hingga membeli bahkan mengadvokasi. Begitu juga yang terjadi pada pasien yang datang ke rumah sakit untuk mencari pengobatan, tidak begitu saja langsung memilih rumah sakit, tetapi ada proses sebelumnya dalam diri pasien dan keluarganya. Oleh karena itu penting sekali memahami proses CDJ ini agar rumah sakit kita menjadi rujukan bahkan diadvokasi apabila menghadapi masalah.

Jadi langkah yang dilakukan oleh farmasi yang mengundang saya dan rombongan sangat tepat. Tidak hanya sekedar urusan jual beli obat, tetapi menjadikan farmasi sebagai bagian dari diri dokter dan rumah sakit. Semoga sukses.

Twitter

@dokter_absor

 

 

Last Updated on Thursday, 04 May 2017 18:42