KUNJUNGAN KE KLINIK, PULANG BUNGKUS BEBEK PEDAS PDF Print E-mail
Written by dr.Sholihul Absor,MARS   
Tuesday, 11 April 2017 10:51

KUNJUNGAN KE KLINIK, PULANG BUNGKUS BEBEK PEDAS

Awal bulan pebruari lalu saya berkesempatan ke Pamekasan, ya.... kota di pulau Madura. Dijemput dr. Haryono jam 07.00 wib empat jam perjalanan sampai di tujuan, lancar.... hanya berhenti sebentar untuk ngopi usai melintas jembatan suramadu. Kali ini saya membawa misi menyemangati pengelola klinik yang sedang menghadapi masalah pengembangan. Ingin transformasi menjadi rumah sakit tapi terkendala dana, jika tidak berubah akan dilibas persaingan serta terancam oleh regulasi. Inilah fase kritis sebuah bisnis pada umumnya, bisakah melompati parit transformasi, bila berhasil maka bisnis akan melaju kencang tapi kalau gagal kecemplung ke parit alias bubar, sementara mau mundur tidak bisa.

Tidak banyak yang saya sampaikan dalam kesempatan bertemu dengan pimpinan klinik dan pemilik. Saya hanya menekankan pentingnya sebuah tatakelola yang baik (good corporate governance). Tidak mungkin sebuah rumah sakit atau klinik bisa berkembang tanpa pengelolaan yang bagus yang terintegrasi dalam sebuah sistem.

Berdiri: paling kiri dr. Haryono, dua dari kanan bpk. Daeng. Duduk baju hijau dr. Siti Aminah.

Berdiri: paling kiri dr. Haryono, dua dari kanan bpk. Daeng. Duduk baju hijau dr. Siti Aminah.

Aspek keuangan tidak bisa hanya sekedar pencatatan uang masuk dan keluar saja, tetapi juga harus ada perhitungan aset, piutang, modal kerja, aktiva lancar, depresiasi amortisasi, dll. Setidaknya harus ada pembukuan neraca, arus kas, dan laba rugi. Urusan pegawai juga harus ditata agar tidak berjalan reaktif tanpa perencanaan dan aturan. Kapan saatnya menaikkan gaji, bagaimana prosedur rekruitmen, peraturan kekaryawanan, promosi demosi, pensiun, dll.

Begitu juga dengan bidang yang lain seperti manajemen pelayanan medis, administrasi, logistik obat, dll. Pendek kata semua lini harus tertata dengan baik, terhubung, terencana, dan terkontrol. Melalui sistem inilah pimpinan klinik atau rumah sakit akan menjalankan dan mengarahkan roda bisnis dengan maksimal melewati jalan berbatu, berlubang dan penuh tantangan.

Sebelum pulang saya dan dr. Haryono menyempatkan keliling. Berada di belakang jalan arteri klinik ini dikelilingi beberapa rumah sakit yang sudah mapan, sebuah tantangan yang cukup berat bagi pengelola klinik. Meski demikian potensi berkembang klinik ini sangat besar, saya lihat pasien rawat inap cukup ramai, ruangan rapi dan bersih. Semoga pengelola klinik dan pemilik mampu melewati fase kritis ini dengan baik.

Akhirnya saya pamit pulang dengan membawa sejuta harapan bagi klinik, dan oleh oleh camilan khas madura (terima kasih oleh olehnya bpk. Daeng Ali Taufik dan dr. Siti Aminah). Ada hal lain yang saya nantikan dari kunjungan ke Pamekasan ini, yaitu menikmati kuliner bebek Pedas Peterongan. Kalau bebek Sinjai sudah banyak yang kenal, dan bagi saya tidak khas Madura. Tapi yang ini bener bener mak nyuusss.... hehehe.... lupakan asam urat dan kolesterol dulu. Warna bebeknya coklat kehitaman dan berminyak bercampur bumbu kelapa.... khas bebek madura, ditambah tentu saja pedasnya yang nendang mantab.... pokoknya josss banget. Sayang sekali ketika melintas kuliner ini perut masih kenyang, maklum masih sore, sementara makan siangnya sekitar jam satu siang. Sayang jika dilewatkan maka diambil keputusan bungkus saja...... akhirnya dua bungkus saya nikmati di rumah bersama keluarga yang kompak penggemar bebek..... hehehe.... dan malamnya saya tertidur pulas... tak lupa minum simvastatin.... hahaha.

Twitter: @dokter_absor

Last Updated on Tuesday, 11 April 2017 11:25