AMERICA TODAY...... PDF Print E-mail
Written by dr.Sholihul Absor,MARS   
Saturday, 04 February 2017 15:07

AMERICA TODAY......

from America 3.0 back to Amerika 1.0

Meskipun semua sudah paham apa yang ada di benak Donald Trump saat kampanye, tapi banyak yang tidak mengira setelah menjadi presiden Amerika benar benar melaksanakan janjinya. Dalam tempo sepekan Trump mengeluarkan kebijakan yang kontroversial. Yakni menarik AS dari Trans Pacific Partnership. Ke dua, memerintahkan membangun tembok pemisah dengan Mexico. Ke tiga, melarang tujuh negara dengan penduduk muslim terbanyak masuk ke AS dalam jangka waktu 90 hari. Banyak yang heran, termasuk saya, apa yang sebenarnya dimaui oleh presiden AS ke 45 ini?. Dan apa yang akan terjadi dengan AS apabila gaya kepemimpinan Trump ini terus berlanjut?. Saya tidak bermaksud mengajak pembaca membahas masalah politik karena bukan ahli politik, tapi mencoba memahami dari sudut pandang marketing, apa yang sedang terjadi dan bagaimana konsekuensinya bagi AS?

Bila kita mendudukkan pemerintah yang berkuasa sebagai produsen, maka kebijakan suatu negara bisa disebut sebagai produk. Sedangkan warganya laksana pasar (market) yang mengkonsumsi kebijakan, bahkan negara lain atau masyarakat dunia juga bisa disebut pasar karena kebijakan suatu negara bisa berimbas atau dirasakan negara lain. Bayangkan Amerika sebagai sebuah perusahaan, maka Trump sebagai CEOnya, kemudian kebijakan yang kontroversial itu sebagai produknya, sedangkan warga AS dan dunia sebagai konsumennya. Nah yang terjadi saat ini adalah banyak konsumen yang protes (tidak hanya warganya tapi juga negara lain), tidak puas terhadap produk perusahaan Amerika. Mereka merasa produk yang dikonsumsinya berbeda rasa dan karakternya dari produk CEO sebelumnya yaitu Obama.

Dalam perkembangan marketing, apa yang terjadi di AS saat ini sesuai dengan apa yang disebut sebagai marketing 1.0, yakni perkembangan awal hubungan produsen dan konsumen yang menempatkan produsen lebih tinggi dari konsumen. Pada fase ini produsen fokus membuat produk yang baik menurut dirinya dan kemudian dijual. Perkara konsumen tidak cocok atau tidak puas itu bukan urusannya, silahkan cari produk yang dijual perusahaan lain (kalau warga AS tidak puas, silahkan pindah ke negara lain, barangkali begitu pikiran Trump). Contoh fase ini ketika perusahaan BUMN memonopoli produk vital jaman dulu, layanan POS, telepon, air minum, listrik. Saat itu rakyat tidak punya kekuatan untuk protes jika layanannya buruk. Seburuk apapun pelayanannya terpaksa kita menerima atau mengkonsumsinya meski dengan perasaan kecewa.

Seiring dengan kemajuan jaman hubungan produsen dan konsumen semakin berkembang positif. Produsen semakin faham keinginan konsumen dan berusaha memberi kepuasan melalui produk yang sesuai dengan harapan. Fase ini disebut sebagai marketing 2.0.

Sekarang ini jamannya marketing 3.0 dimana produsen menempatkan konsumen sebagai manusia yang seutuhnya. Tidak hanya perlu dipuaskan tetapi bagaimana produk yang dihasilkan mampu mengisi jiwa atau spirit konsumen. Tidak hanya memenuhi need and demand tapi juga anxiety and desire, yaitu kecemasan dan keinginan terpendam konsumen. Masa pemerintahan Obama sangat kental nuansa marketing 3.0, dimana dia berusaha menjadikan AS sebagai negara yang penuh keragaman dan ramah bagi semua manusia yang ingin mewujudkan impiannya, mereka sering menyebutnya dengan kata American Dream. Saya bersyukur karena bisa merasakan spirit mereka saat mendapat kesempatan berkunjung ke sana (baca: I love Indonesia, I like divercity of America).

Jadi apa yang terjadi sekarang di AS menurut saya adalah kemunduran pola pikir pemerintahan Trump dalam melayani warganya, dari America 3.0 back to America 1.0. lalu bagaimana nasib Amerika masa datang?. Kita tahu semuanya, produk yang lahir dengan konsep marketing 1.0 akan mati pelan pelan ketika ada produk lain yang 2.0 atau 3.0. Produknya tidak laku, atau kalau tidak ada produk pengganti ya tentu saja tetap mengkonsumsi meskipun dengan terpaksa, nanti kalau ada produk pengganti segera berpaling. Bila diterjemahkan ke dalam topik bahasan kita, rakyat AS akan terus memprotes hingga Trump turun tahta juga dijauhi dari pergaulan dunia, atau Trump kuat sampai akhir jabatan tapi tidak terpilih untuk jabatan ke dua. Tapi ingat....ini adalah ulasan dari orang bukan ahli politik.....mungkin banyak salahnya.......

Twitter

@dokter_absor

Last Updated on Saturday, 04 February 2017 15:28