BPJS, MENGUNTUNGKAN ATAU MERUGIKAN? ANNUAL MEETING MMR FKUB PDF Print E-mail
Written by dr.Sholihul Absor,MARS   
Thursday, 26 November 2015 20:50

BPJS, MENGUNTUNGKAN ATAU MERUGIKAN?
ANNUAL MEETING MMR FKUB

Tanggal 12 november 2015 saya mendapat kesempatan berbagi pengalaman di forum pertemuan tahunan Magister Manajemen Rumah Sakit Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (MMR FKUB) di Malang. Saya diminta untuk mempresentasikan bagaimana pengalaman rumah sakit swasta menjadi provider BPJS, menguntungkan atau merugikan?.

Di hadapan sekitar 500 peserta yang hadir saya sampaikan bahwa hingga saat ini menjadi provider BPJS masih menguntungkan, meskipun prosentase keuntungan semakin menipis. Dalam keadaan demikian rumah sakit dituntut untuk adaptif terhadap perubahan kebijakan yang dilakukan oleh pengelola BPJS. Mengapa demikian?, karena kebijakan BPJS sangat kental aroma politik yang memiliki sifat berubah ubah, tergantung sikap pemerintah. Bila tidak mampu beradaptasi maka kerugian akan mengancam.

Kegaduhan yang terjadi selama ini menurut saya berpangkal dari usaha BPJS menghindari defisit yang terjadi tahun 2014, yang menyebabkan banyak komplain dari peserta maupun rumah sakit. Padahal usaha menghindari defisit adalah sesuatu yang tidak mungkin, pemerintah harus mensubsidi. Hal ini karena BPJS tidak dikelola menurut kaidah kaidah asurasi yang wajar, premi yang terlalu kecil, tidak ada screening calon peserta, tidak ada plafon biaya berobat, tidak ada pembatasan penyakit yg ditanggung, dan lain lain. Masalah besar pasak daripada tiang ini juga diamini oleh prof. dr. Leksono Trisnantoro, Msc., PhD dari Universitas Gajah Mada yang tampil satu sesi dengan saya.

Bersama prof. Leksono dan panitia usai memberi materi

Pesan yang ingin saya sampaikan dalam kesempatan ini adalah menjadi provider BPJS atau tidak adalah pilihan yang masing masing ada konsekuensinya. Peluang melayani pasien non BPJS masih terbuka lebar, tentu harus bisa memenuhi keinginan dan harapan pasien yang relatif lebih tinggi. Sedangkan bila memilih melayani pasien BPJS harus mampu beradaptasi dengan peraturan peraturan yang berubah ubah. Semoga bermanfaat.

Twitter:

@dokter_absor

Last Updated on Thursday, 26 November 2015 20:55