"OPERASI" BATU SALURAN KENCING HANYA 30 RIBU RUPIAH PDF Print E-mail
Written by dr.Sholihul Absor,MARS   
Sunday, 30 June 2013 16:35

"OPERASI" BATU SALURAN KENCING HANYA 30 RIBU RUPIAH

Selama praktik dokter sekian lama banyak hal menarik yang saya alami dalam menangani pasien. Beberapa diantaranya ada yang meninggalkan kesan mendalam hingga selalu teringat meski kejadian itu sudah berlangasung lama. Salah satunya adalah yang akan saya ceritakan sekarang.

Malam itu seperti biasa saya buka praktik, kebetulan tidak banyak pasien antri sehingga bisa lebih tenang saat memeriksa dan mengobati. Pasien berikutnya masuklah seorang pemuda sekitar 30 tahunan, dia masuk ruang periksa dengan wajah kesakitan. Pemuda dengan body atletis ini berjalan agak menunduk sambil memegangi daerah-maaf-kemaluan. "Aduh....sakit dok", ujarnya sambil duduk di depan saya. "Apanya yang sakit?", saya balik bertanya. "Ini dok...kalau kencing sakit dan tidak lancar", jawabnya. Okelah saya rasa sudah jelas keluhannya, saya tidak perlu memperpanjang daftar pertanyaan nanti malah memperlama kesakitannya, langsung saja saya minta tiduran dan buka celana untuk diperiksa.

Ketika saya amati ujung saluran kencingnya terlihat benda putih kecil seperti batu yang menyumbat dan hampir keluar. Dari palpasi (memeriksa pasien dengan cara meraba) bagian bawah terasa keras dan bulat. Maka saya yakin ini batu saluran kencing yang tersangkut di ujung lubang saluran kencing. Feeling saya mengatakan tidak sulit mengambilnya, jadi tidak perlu dirujuk ke rumah sakit. Lagi pula belum tentu pasiennya punya uang karena sebagian besar pasien saya orang yang tidak mampu atau pekerja kasar.

Saya ambil klem bengkok (semacam tang yang ujungnya melengkung) kemudian tangan kiri memegang ujung kemaluannya sambil mendorong batu dari luar (dipencet keluar). Pasien mulai mengaduh kesakitan, batu sedikit terdorong ke luar dan berhasil saya jepit dengan klem. Tapi di luar perkiraan, ternyata batunya lonjong memanjang sehingga tidak berhasil dikeluarkan, karena sebagian besar batu masih nyantol di dalam saluran. Hati mulai ragu, jangan jangan kalau ditarik paksa batunya patah di dalam, tambah rumit nanti. Tapi kalau dihentikan sudah kepalang tanggung, pasien sudah merasa kesakitan masak digagalkan, belum lagi pertimbangan biaya. Dalam hitungan detik saya ambil keputusan untuk diteruskan, feeling mengatakan bisa.

Dengan gerak cepat dan mantab saya tekan kuat sambil digoyang ditarik klemnya. "wadooowhh...", pasien teriak keras, tidak saya hiraukan terus saja ditarik. Akhirnya...keluarlah batu penyiksa pasien, bentuknya oval dengan diameter 4mm dan panjang 1cm, permukaan kasar seperti bergerigi (nampak di foto). Pantas saja pasien sampai teriak teriak. Rasanya plong dan lega seperti habis dapat rejeki nomplok, begitu juga yang nampak di wajah pasien, tidak tersisa rona kesakitan lagi. Untuk semua tindakan ini saya menarik jasa 30 ribu rupiah, sudah termasuk antibiotik dan obat nyeri. Memang murah sekali, tapi kepuasan yang saya dapatkan tidak ternilai harganya.

Batu Yang Menyumbat itu

Dan lagi, ada hal lucu setelah itu. Rupanya oleh pasien, batu tadi ditunjukkan ke pasien lain yang sedang antri di ruang tunggu, akibatnya mereka pada heran. Salah satu pasien langsung menanyakan "dok, gimana caranya mengeluarkan batu tadi?", ha ha ha...rupanya mereka mengira saya punya "ilmu" yang bisa mengeluarkan batu dari ginjal.

twitter@dokter_absor

Last Updated on Sunday, 30 June 2013 16:46