DECISION SUPPORT SYSTEM PDF Print E-mail
Written by dr.Sholihul Absor,MARS   
Tuesday, 12 February 2013 15:28

DECISION SUPPORT SYSTEM

SISTEM INFORMASI YANG TAK SEKEDAR KOMPUTERISASI DI RSI SITI AISYAH MADIUN

Beberapa waktu yang lalu saat rapat kerja di Madiun saya berkesempatan mengunjungi salah satu Rumah Sakit dari JARINGAN RUMAH SAKIT MUHAMMADIYAH JAWA TIMUR yaitu RS SITI AISYIYAH MADIUN. Dengan menumpang mobil sedan yang disopiri dr. Sudijo, M.Kes saya menuju rumah sakit yang berada di tengah kota, beliau adalah direkturnya. Pak Diyo, begitu biasa disapa, pensiunan kepala dinas kesehatan kabupaten Madiun, dengan postur yang tegap dan berkumis lebat serta hemat bicara mengesankan sosok yang angker dan tinggi hati. Padahal kalau sudah kenal lama beliau ternyata orang yang santun dan rendah hati. Sebenarnya sudah lama saya ingin berkunjung ke sini karena ingin melihat gedung baru yang saat peresmiannya tidak bisa hadir.

Sampai di rumah sakit saya langsung masuk ke gedung baru. Gedung seluas 26 x 28 meter dengan 4 tingkat ini digunakan untuk poli spesialis, apotik, laboratorium,ruang perawatan stroke, dan juga ruang pertemuan. Masuk lantai satu saya mendapati ruang rawat jalan yang modern, bersih dan nyaman, tapi tidak kehilangan human touchnya. Dekat pintu masuk disodori mesin antrian pasien. Disitu pasien bisa langsung memilih akan periksa di poli mana, tinggal pencet keluar nomer antrian. Meski begitu, bila ada pasien yang kesulitan ada petugas pendaftaran yang siap membantu, bukan satpam atau petugas kebersihan seperti yang terjadi di beberapa bank. Inilah yang saya sebut modern tapi masih human spirit, sangat beda sentuhannya kalau pasien dilayani oleh satpam dibanding petugas customer servis, apalagi kalau hanya berhadapan dengan mesin antrian. Ruangan yang cukup luas dengan suasana yang tenang dan bersih membuat pasien merasa nyaman meski mengantri.

Mesin Antrian RS Siti Aisyiyah Madiun

Dari sini saya diajak ke kantor direktur yang ada di bangunan sebelah, bangunan lama. Ruang direkturnya tidak luas dan terkesan agak semrawut. Di depan meja direktur ada meja memanjang cukup untuk sekitar sepuluh orang yang biasanya digunakan rapat atau koordinasi. Pemandangan yang menonjol dari ruangan ini adalah terpasang layar monitor 42 inchi, dibanding lebar dinding, layar monitor ini menjadi dominan dan menarik perhatian. Rupanya layar lebar inilah yang ingin diperlihatkan pak Diyo ke saya. Tampilan layar ini tentu saja bukan media hiburan, tapi menampilkan data dan informasi yang sudah diolah lengkap. Tidak hanya menampilkan data biasa seperti BOR ruangan, kunjungan rawat jalan, angka kematian, sepuluh penyakit terbanyak, dll, tetapi lebih dari itu. Salah satu diantaranya adalah mampu menampilkan kinerja para dokter, mana diantara mereka yang paling cepat hari rawatnya, angka kematian, kontribusi rujukan, komplikasi perawatan, dll. Dari ruangan sempit berlayar lebar inilah pak Diyo berembuk bersama teman kerjanya menghadap layar monitor untuk menyelesaikan masalah dan memutuskan kebijakan.

Bagi saya inilah yang disebut sebagai DSS (Decission Support System) dimana informasi yang ada dapat digunakan untuk mendukung pengambilan keputusan manajemen. Suatu pemanfaatan system informasi yang optimal, tidak sekadar komputerisasi beban pekerjaan. Banyak bidang data yang bisa dieksplore menjadi DSS diantaranya keuangan, medis, SDM, pemasaran, dll. Selama ini kita memahami system informasi sebatas alat bantu pendaftaran pasien, billing system, penggajian, pelayanan obat, dll, padahal bisa dioptimalkan sebagai DSS. Mudah mudahan saya sempat menjelaskan lebih lengkap tentang DSS di tulisan mendatang.

Saat ini RSI Aisyah Madiun sudah menjadi market leader di wilayahnya. Dengan kapasitas tempat tidur sebanyak 135 buah angka occupansinya mencapai 90% , hal ini menunjukkan kepercayaan yang tinggi dari masyarakat terhadap pelayanan rumah sakit. Maka tak heran jika dalam waktu kurang dari setahun peresmian gedung baru, pak Diyo sekarang sudah menyiapkan pembangunan gedung baru untuk memenuhi permintaan kebutuhan tempat tidur yang tinggi. Usai kunjungan singkat hari sudah siang dan perut mulai terasa lapar, saya diajak makan siang di warung padang. Terima kasih buat pak Diyo atas ilmu dan traktirannya.

twitter @dokter_absor

Last Updated on Tuesday, 12 February 2013 18:06