MDMC di Banjir Gresik PDF Print E-mail
Written by dr.Sholihul Absor,MARS   
Wednesday, 18 May 2011 09:27

Musim hujan bagi sebagian orang sangat dinantikan kehadirannya. Setelah musim panas yang panjang membuat udara menjadi gerah. Jalan jalan berdebu. Masuk rumahpun kadang tidak nyaman. Kipas dan AC tidak pernah berhenti bekerja, meskipun malam hari. Semua berubah sebaliknya kala musim hujan datang. Udara menjadi lebih segar,dan di jalan tidak banyak debu bertebaran. kita menjadi lebih nyaman saat berada di rumah.

Tapi bagi sebagian masyarakat, musim hujan adalah masa penderitaan. Banjir menjadi momok tahunan yang menghantui mereka. Itulah yang terjadi di daerah Gresik selatan. Tiap tahun air luapan sungai Lamong merendam beberapa kecamatan. Kalau sudah demikian yang mereka perbuat hanyalah bertahan di dalam rumah sambil menunggu bantuan datang.

Itu pula yang terjadi pada akhir maret kemarin. Mengakhiri musim basah justru hujan bertambah lebat. Beberapa desa terendam setinggi satu meter, bahkan lebih. Tentu saja mereka sangat membutuhkan bantuan, terutama tempat yang terendam cukup dalam. Kebutuhan evakuasi penduduk menjadi yang utama karena menyangkut keselamatan nyawa mereka.

Evakuasi Korban Banjir oleh TIM MDMC RSMG dan RSML


Rupanya keadaan emergensi ini disambut dengan tanggap oleh teman-teman MDMC (Muhammadiyah Disaster Manajement Center) Rumah Sakit Muhammadiyah Gresik. Bagi mereka yang biasa terjun di daerah bencana, membantu masyarakat yang sedang terkena musibah bukan hanya tantangan, lebih dari itu adalah panggilan jiwa. Rasanya tidak enak kalau ada berita bencana lalu mereka tidak turun. Tidak heran jika saat itu MDMC menjadi tim yang pertama datang membantu masyarakat melakukan evakuasi ke daerah yang aman. Rupanya aksi ini menarik bagi wartawan, sehingga dalam waktu yang singkat berbagai media baik cetak , media onine, maupun TV meliput aksi itu. Mulai Jawa Post, Surya, TVone, MetroTV, RCTI, MNC, Portal Gresik, dll. Bahkan Jawa Post empat hari berturut turut mengabarkan aksi MDMC di lokasi banjir. Ternyata, aksi yang dicover media ini memancing pihak lain untuk terjun membantu. Tidak kurang dua perusahaan multi nasional company menerjunkan bantuannya. Menariknya, aksi dua perusahaan besar ini minim liputan, walaupun mereka membawa bantuan yang bernilai besar. Hanya sebaris kalimat yang menyebut identitas mereka. Sementara MDMC selalu ditempatkan dalam paragraf utama berita. Kenapa ini bisa terjadi?

Ada perbedaan utama antara MDMC dengan yang dilakukan oleh dua perusahaan besar dalam membantu korban banjir. MDMC melakukan tugasnya atas panggilan jiwa, yang sesuai dengan misi organisasinya. Mereka tidak hanya terjun di daerah Gresik saja (home basenya), tetapi juga telah berkelana di daerah bencana lain. Gempa Padang, gempa Yogjakarta, letusan gunung Merapi, banjir Bojonegoro, dll. Mereka selalu antusias dan semangat berangkat ke medan tugas. Kegairahan menolong tanpa pamrih inilah yang menarik para wartawan untuk meliput. Ada sisi kemanusiaan yang bisa diangkat.

Pengobatan Door to Door oleh TIM MDMC RSMG


Sedangkan aksi dua perusahaan besar tidak terlalu menarik diliput karena selain momennya terlambat, juga rentan diartikan sebagai aksi CSR (Corporate Social Responsibility). Kegiatan CSR kerap dipahami sebagai aksi balas budi perusahaan terhadap masyarakat sekitarnya. Jadi kesannya bukan aksi kemanusiaan yang muncul, tetapi kewajiban perusahaan untuk membantu masyarakat yang telah dieksploitasi sumberdayanya. Bahkan ada juga yang menafsirkan sebagai bentuk promosi perusahaan. Tentu hal ini tidak menarik wartawan untuk meliput karena menjadi tidak ada nilai beritanya.

Dalam ilmu pemasaran, berita adalah salah satu bentuk promosi yang disebut Public Relation (PR). Sifat berita biasanya lebih dipercaya (credible) daripada Iklan. Oleh karena itu banyak perusahaan yang membuat acara tertentu agar bisa diliput media, dan kemudian diharapkan bisa menaikkan citra perusahaan. Tapi, mengingat sifat media yang independen maka tidak mudah untuk "menarik" media. Jadi kuncinya adalah bagaimana membuat acara yang mempunyai nilai berita, tapi dilakukan dengan semangat yang "natural" seperti apa yang dilakukan oleh MDMC. Sukses buat MDMC. . . . . . .

Last Updated on Wednesday, 25 May 2011 13:20