Social Networking

  • Twitter
  • Facebook
  • VZ
  • MySpace
  • Like to learn German in Stuttgart?

Cari

Polls

Bagaimana Menurut Anda Materi dan isi site ini
 

Manajemen Rumah Sakit

feed-image Feed Entries
Hospital Marketing Observer
MODAL RUMAH SAKIT MENGHADAPI 2022 PDF Print E-mail
Written by dr.Sholihul Absor,MARS   
Tuesday, 04 January 2022 08:54

MODAL RUMAH SAKIT MENGHADAPI 2022

Mengakhiri tahun 2021 kasus covid 19 sudah jauh berkurang. Jika saat tertinggi angka kasus baru per hari mencapai 50 ribu, kini rata rata sudah dibawah lima ratus. Tentu kita bersyukur atas kondisi ini, virus yang kalau dikumpulkan dari seluruh dunia dijadikan satu besarannya-ada yang menghitung- cuman seukuran satu minuman kaleng, ini sangat menyengsarakan kehidupan manusia di muka bumi. Semua sendi kehidupan kena dampaknya, orang dibatasi pergerakannya, hampir semua sektor bisnis macet bahkan sampai bangkrut. Kini, seiring dengan turunnya kasus baru, kehidupan mulai berangsur normal. Pembatasan dari pemerintah diperlonggar meskipun belum sepenuhnya kembali seperti semula. Tapi setidaknya roda ekonomi mulai menggeliat, jalan raya sudah ramai, Alhamdulillah.

Diantara yang bersyukur itu adalah rumah sakit (RS), bagaimana tidak, selama covid mengganas baik RS maupun karyawannya harus hidup susah. Kerja harus memakai alat pelindung diri (APD) yang rapat, beban kerja meningkat karena pasien melimpah ruah, saking melimpahnya sampai sampai buka tenda di depan IGD agar dapat menampung pasien yang datang. Tidak hanya tempat tidur yang kurang, barang kebutuhan lainnya menjadi langka dan melonjak harganya, obat tiba tiba menghilang, APD sulit dicari, oksigen suplainya tersendat. Belum lagi tenaga medis maupun non medis banyak yang terpapar dan harus menjalani isolasi mandiri mapupun dirawat, maka yang masih sehat harus menanggung beban kerja berlipat. Lengkap sudah penderitaan RS.  Hanya ada dua hal yang membuat rumah sakit dapat bertahan melayani pasien covid, pertama, melayani karena komitmen moril sebagai bentuk tanggungjawab sosial, dan kedua, “terpaksa” karena hanya pasien covid yang ada, sedangkan pasien lain termasuk BPJS tinggal sedikit sekali, turun banyak.

Last Updated on Tuesday, 04 January 2022 13:26
Read more...
 
PREDIKSI NASIB RUMAH SAKIT SETAHUN MENDATANG PDF Print E-mail
Written by dr.Sholihul Absor,MARS   
Monday, 15 February 2021 07:28

 

PREDIKSI NASIB RUMAH SAKIT SETAHUN MENDATANG

Januari 2021 sudah kita lewati, tidak banyak perbedaan kondisi pandemi dari tahun 2020, tetap parah. Yang menjadi pemikiran adalah bagaimana kondisi perumahsakitan sebagai pertahanan terakhir melawan pandemi covid ini, mengingat selama pandemi kunjungan pasien non covid menurun drastis. Apakah tetap survive dengan segala kemampuan bertahannya, atau semakin terpuruk karena tidak imbangnya pemasukan dan pengeluaran, ataukah malah semakin berkembang akibat kasus covid yang terus meningkat. Dalam tulisan ini saya mencoba untuk menganalisa apa yang sedang terjadi sekarang dan memprediksi bagaimana nasibnya rumah sakit (RS), setidaknya setahun ke depan.

Melihat tren kasus covid saat ini tidak ada tanda tanda menurun, bahkan bulan januari mencapai rekor baru satu juta pasien konfirm positif, satusatunya negara di asia tenggara yang mencapai jumlah tersebut. Angka positif harianpun mencapai 10 ribu lebih, bahkan banyak yang meyakini, termasuk saya, bahwa angka sebenarnya lebih dari itu. Pengalaman saya yang praktik tiap hari, sering mendapati pasien dengan keluhan khas covid yang tidak mau ke RS atau tes swab pcr. Artinya virus covid ini sudah beredar parah di tengah masyarakat.

Usaha pemerintah untuk menanggulangi pandemi ini bukannya tidak ada, tapi saya yakin banyak yang sepakat jika timingnya selalu terlambat, ragu ragu dan tidak efektif. Semua itu terjadi karena pemerintah berusaha mengatasi pandemi tanpa mengganggu sektor ekonomi. Wal hasil sekarang menuai konsekuensinya, ibarat pepatah untung tak bisa diraih malang tak bisa ditolak, pandemi tak jua mereda, sementara ekonomi semakin terpuruk. Defisit anggaran semakin melebar, hutangpun semakin menggunung. Haryo Kuncoro dalam Jawa Post, 3 pebruari 2021, menyebutkan defisit APBN 2020 melejit hingga 956,2 Trilyun. Beliau mengatakan bahwa tidak ada makan siang gratis, artinya setelah subsidi turun giliran akan ada kewajiban yang harus dibayar masyarakat dalam bentuk apapun, misalnya pajak.

Covid19 Vs Economi

Last Updated on Monday, 15 February 2021 08:22
Read more...
 
«StartPrev12NextEnd»

Page 2 of 2