Social Networking

  • Twitter
  • Facebook
  • VZ
  • MySpace
  • Like to learn German in Stuttgart?

Cari

Polls

Bagaimana Menurut Anda Materi dan isi site ini
 

Manajemen Rumah Sakit

feed-image Feed Entries
Hospital Marketing Observer
BPJS BISA BANGKRUT edisi II PDF Print E-mail
Written by dr.Sholihul Absor,MARS   
Monday, 30 October 2017 15:41

BPJS BISA BANGKRUT edisi II

Hari hari ini para direktur rumah sakit sedang galau....galau yang serius bukan galaunya ABG yang sedang putus cinta. Pasalnya tagihan ke BPJS yang menjadi haknya rumah sakit belum terbayarkan meskipun sudah lewat batas yang ditetapkan undang undang yakni 15 hari kerja. Akibatnya jelas mengganggu cashflow keuangan rumah sakit. Dampaknya apabila diteruskan pasti terjadi kegagalan manajemen dalam memenuhi kewajiban terhadap stakeholdernya. Inilah dampaknya, tidak bisa bayar tagihan supplier khususnya obat dan bahan medis sekali pakai,  tidak bisa bayar gaji karyawan maupun dokter mitra, dan tidak bisa melakukan pemeliharaan fasilitas pelayanan.

Mengapa BPJS bisa kualahan membayar kewajibannya kepada rumah sakit? Jawabannya jelas karena kekurangan cashflow alias defisit. Uang yang dikumpulkan jauh lebih sedikit daripada yang dikeluarkan untuk bayar tagihan dari rumah sakit dan provider lainnya, dan jumlahnya dari tahun 2014 sampai sekarang semakin besar defisitnya. Data tidak resmi disebutkan tahun 2014 defisit 3,3 trilyun, 2015 sebesar 5,85 trilyun, 2016 menjadi 7 trilyun, dan 2017 hingga bulan ini kabarnya sudah mencapai 9 trilyun defisitnya.

Sebenarnya fenomena negara membiayai asuransi kesehatan rakyatnya adalah hal yang biasa bahkan merupakan kewajiban. Jadi kalaupun defisit, sebenarnya itulah angka yang harus ditangung pemerintah dalam membiayai kesejahteraan kesehatan rakyatnya.  Dan hampir semua negara yang sistem asuransinya baik sebagian besar biayanya ditanggung negara. Tentu saja kemampuan keuangan negara harus bagus alias negara kaya. Lihat saja 10 negara dengan asuransi terbaik di dunia adalah negara kaya dengan GDP perkapita lebih dari US$30.000. Versi sindonews.com 2015 10 negara tersebut adalah Swiss, Perancis, Itali, Swedia, Taiwan, Jerman, Norwegia, Israel, Inggris, dan Canada. Bandingkan dengan Indonesia yang GDP perkapitanya hanya US$3.605,1 (BPS 2016), bagaikan langit dengan bumi bedanya. Jadi kalau BPJS sampai gagal bayar itu artinya pemerintah tidak siap menanggung konsekuensi kebijakannya sendiri.

Last Updated on Monday, 30 October 2017 16:20
Read more...
 
DUNIA BARUKU..... JADI DOSEN PDF Print E-mail
Written by dr.Sholihul Absor,MARS   
Tuesday, 05 September 2017 15:33

DUNIA BARUKU.....   JADI DOSEN

Sejak lulus jadi dokter tahun 1996 saya sudah ada keinginan melanjutkan pendidikan ke jenjang magister administrasi rumah sakit. Tidak pernah berpikir dan tertarik mengambil pendidikan spesialis sebagaimana kebanyakan para sejawat. Meskipun saat itu ada tawaran dari senior untuk masuk pendidikan spesialis, tapi entah mengapa saya abaikan tawaran itu. Barangkali alasannya cuman satu yaitu passion, ada kegairahan jika bicara dan membahas soal manajemen rumah sakit, khususnya tentang marketing. Dan juga mungkin karena latar belakang saya yang tumbuh di lingkungan keluarga pedagang. Sejak kecil saya dibesarkan orang tua di kampung sempit belakang pasar. Tiap hari saya membantu orang tua berjualan  di rumah yang sekaligus tempat usaha, mulai melayani pembeli hingga jadi kasir.  Bahkan sampai sekarangpun saya masih menyempatkan diri membantu ibu berjualan. Inilah hikmahnya, mungkin jika saya jadi spesialis tidak sempat lagi membantu ibu berjualan, sebagaimana kakak saya yang spesialis syaraf, dan adik saya yang spesialis radiologi, sekarang tidak bisa bantu ibu karena kesibukan dinasnya.


Foto Bersama Dosen FK Unmuh Surabaya

Foto Bersama Para Dosen FK Universitas Muhammadiyah Surabaya.

Last Updated on Tuesday, 05 September 2017 21:04
Read more...
 
«StartPrev12NextEnd»

Page 2 of 2